Bagikan:

MAKASSAR - Pasangan calon wali kota-wakil wali kota Makassar, Syamsu Rizal-Fadli Ananda (Dilan) kembali mendapatkan dukungan di Pilkada Makassar. Dukungan ini datang dari cucu BJ Habibie, Muhammad Rafid Habibie.

Tidak hanya mendeklarasikan dukungan, Rafid Habibie mengajak keluarga dan rekannya di Kota Makassar untuk mendukung dan memenangkan Dilan. Pesepak bola ini menyebut Deng Ical-Fadli Ananda figur terbaik untuk memimpin Kota Makassar. 

Dia mengaku senang dengan karakter asli sombere' yang dimiliki Deng Ical-sapaan akrab Syamsu Rizal, dan Fadli Ananda yang merupakan representasi milenial.

"Untuk saudara-saudaraku semua, pilih DILAN ces untuk Makassar yang lebih sombere,” kata Rafid yang juga putra dari Rully Habibie, eks CEO PSM Makassar dalam keterangan tertulis, Selasa, 3 November, 

Menurut Rafid Habibie, Pilwalkot Makassar akan menentukan nasib masyarakat dan arah pembangunan daerah mendatang. Karena itu, masyarakat disebut Rafid jangan sampai salah pilih.

"Ayo, pilih Dilan, jangan sampai kita salah pilih," kata Rafid yang pernah berlatih di Sporting Lisbon.

Dilan Rancang Badan Usaha Pensiunan ASN

Pasangan Dilan memiliki program khusus menyasar pensiunan ASN. Deng Ical mengatakan dalam program birokrasi, dirinya fokus pada pemberdayaan pensiunan ASN.

"Salah satu yang menjadi atensi DILAN adalah menghadirkan purnakarya yang berdaya dan bahagia. Ya terkadang ada orang yang masih mampu, masih produktif tapi karena umur harus pensiun. Nah, mereka ini punya kemampuan dan pengalaman yang mesti kita dorong melakukan hal-hal produktif ketimbang berdiam diri di rumah," ujar Deng Ical, Selasa, 2 November.

Deng Ical menuturkan ada dua opsi yang bisa disiapkan untuk pensiunan ASN. Pertama, mendorong mereka terjun ke dunia usaha yang tentunya akan berdampak pada perekonomian daerah. Untuk itu, Dilan menggagas pembentukan Badan Usaha Pensiunan ASN (BUPA). 

Opsi kedua, Dilan akan memberdayakan para pensiunan ASN yang punya keahlian dan pengalaman sebagai penasihat Pemkot Makassar. Penempatan mereka akan merujuk kepada keahlian masing-masing. Saran dan pendapat para pensiunan ASN itu diyakini mampu mengarahkan program lebih baik karena mereka punya pengalaman matang.

"Upaya merealisasikan purnakarya berdaya dan bahagia terus kita matangkan konsepnya. Namun, secara garis besar ya kita akan buat Badan Usaha Pensiunan ASN. Selain itu, kita juga akan persiapkan mereka sebagai advicer Pemkot Makassar sesuai keahlian masing-masing," kata Deng Ical.