Fakta! Ternyata Ada yang Mau Delegitimasi Pemerintah di Awal Pandemi: Lempar Narasi Vaksin dari Minyak Babi
Kepala BNPT, Komjen Polisi Boy Rafli Amar (Foto via Antara)

Bagikan:

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Boy Rafli Amar menjelaskan, ternyatav ada pihak yang berusaha mendelegitimasi pemerintahan yang sah pada saat awal terjadinya pandemi COVID-19.

"Peristiwa COVID-19 ini ada dengan dibangun sebuah narasi-narasi dalam rangka mendelegitimasi pemerintahan yang sah, termasuk di Indonesia," kata Komjen Boy Rafli pada diskusi daring bertajuk "Deteksi Dini Modus Perkembangan Gerakan Radikalisme" yang dipantau di Jakarta, Senin 4 Juli dinukil dari Antara.

Boy mengatakan kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia namun dialami sejumlah negara di dunia. Kelompok ekstrem kanan dan ekstrem kiri bermain dan berupaya mendelegitimasi pemerintahan yang sah.

Khusus di Tanah Air, katanya, upaya itu dilakukan dengan cara mencoba memengaruhi masyarakat agar tidak ikut vaksinasi yang dilakukan pemerintah. Kelompok tersebut memunculkan narasi, vaksin COVID-19 terbuat dari minyak babi dan lain sebagainya.

"Jadi diprovokasi oleh kelompok intoleran dan radikal," katanya.

Berdasarkan data United Nation, pada saat terjadi "lockdown" karantina suatu negara atau wilayah, angka pengguna internet meningkat drastis. Di saat bersamaan, BNPT menerangkan proses radikalisasi salah satunya dilakukan melalui media sosial.

Ia menyebutkan dari 273 juta penduduk Indonesia, sebanyak 202 juta di antaranya menggunakan internet dan 80 persen dari angka itu memiliki akun media sosial. Lebih spesifik dari 80 persen tersebut, 60 persen adalah generasi milenial dan generasi Z.

"Itulah yang menjadi target kelompok teroris jaringan global," jelas dia.

Kelompok jaringan teroris global tersebut, papar dia, berusaha membangun narasi-narasi kebencian kepada pemerintah melalui media sosial.

Boy yang baru saja menuntaskan agenda ke Belanda dan Belgia mengaku mendapatkan informasi yang tidak jauh berbeda di mana ada kelompok yang berusaha mendelegitimasi pemerintahan yang sah.

Ia mengatakan gerakan atau tindakan yang dilakukan ISIS di sejumlah negara merupakan dalam rangka mendelegitimasi pemerintahan yang sah.