Satgas COVID-19 Kepri: Karimun Kembali <i>Zero</i> Virus Corona
Ilustrasi nakes menanggulangi kasus COVID-19 nasional. (Antara)

Bagikan:

KEPRI - Kabupaten Karimun di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tercatat kembali nihil kasus aktif COVID-19 manyusul satu orang pasien dinyatakan sembuh.

Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kepulauan Riau (Kepri) Adi Prihantara mengatakan, pemerintah mampu mengendalikan penularan COVID-19 di Karimun sehingga kasus aktif di daerah tersebut saat ini nihil.

"Kasus kematian akibat COVID-19 di Karimun juga sudah jarang terjadi," kata Sekda Kepri itu di Tanjungpinang, dikutip dari Antara, Selasa, 28 Juni.

Adi mengungkapkan Karimun beberapa kali nihil kasus aktif COVID-19, namun tidak bertahan lama. Jumlah kasus baru yang muncul di Karimun dalam empat bulan terakhir relatif sedikit.

"Paling hanya muncul satu atau dua kasus, namun tidak tiap hari. Seperti satu orang pasien yang baru sembuh merupakan pasien yang sudah lebih sepekan tertular COVID-19. Setelah itu, tidak ada penambahan kasus baru," ujarnya.

Adi mengungkapkan tiga kabupaten lainnya yakni Lingga dan Kepulauan Anambas lebih dari dua bulan nihil kasus aktif COVID-19, sedangkan Bintan mendekati sebulan.

Sementara kasus aktif di Kota Batam bertambah satu orang sehingga menjadi dua orang, sedangkan Tanjungpinang muncul satu kasus baru COVID-19. Tanjungpinang hanya bertahan sehari nihil kasus aktif COVID-19.

Selain kedua kota itu, Kabupaten Natuna juga masih ada satu kasus aktif COVID-19. "Satu kasus aktif di Natuna itu sudah sekitar tiga hari yang lalu. Setelah itu tidak ada kasus baru," ucapnya.

Lingga dan Anambas lebih dari sebulan ditetapkan sebagai Zona Hijau, sedangkan
Tanjungpinang, Batam, Karimun, Natuna dan Bintan masih Zona Kuning atau risiko penularan rendah.

"Kami minta warga mendukung program vaksinasi COVID-19 untuk percepatan program peningkatan kekebalan tubuh secara komunal," ujarnya.

Capaian vaksinasi dosis pertama di Kepri mencapai 1.767.804 orang atau 98,06 persen, dosis kedua 1.524.845 orang atau 84,59 orang dan dosis ketiga 636.907 orang atau 46,45 persen.