4 Korban Runtuhan Tembok di Cengkareng akan Diberikan Santunan oleh Pemilik Bangunan
Kapolsek Cengkareng Kompol Ardhie Demastyo/ Foto: IST

Bagikan:

JAKARTA – Sebanyak empat orang mengalami luka akibat tertimpa tembok bangunan di Cengkareng, di RT 02 RW 07, Cengkareng, Jakarta Barat. Hingga kini, kepolisian yang melakukan penyelidikan atas insiden tersebut belum menentukan tersangka.

Peristiwa terjadi pada Minggu, 22 Mei sekitar pukul 10.15 WIB. Sudah dua hari petugas Polres Jakarta Barat masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak terkait dan saksi-saksi.

"Belum (tersangka) dan sementara masih kita dalami. (tukang bangunan saat kejadian) lagi mau pasang besi," kata Kapolsek Cengkareng Kompol Ardhie Demastyo saat dikonfirmasi VOI, Rabu, 25 Mei.

Ardhie juga mengatakan, 4 orang warga yang mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan, sudah pulang dari rumah sakit dan kabarnya pemilik bangunan akan memberikan santunan dan ganti rugi.

"Korban setelah ditangani rumah sakit dan langsung pulang. Kemarin pemilik gudang melalui kuasa hukumnya menyampaikan bahwa siap bertanggung jawab untuk mengganti rugi dan memberikan santunan kepada korban," bebernya.

Sejauh ini, Unit Reskrim Polsek Cengkareng sudah memanggil pemilik gudang untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Kemarin pemilik gudang kita panggil untuk dimintai keterangan," ujarnya.

Dari hasil penyelidikan polisi, diketahui bahwa bangunan yang roboh merupakan bangunan lama. Sekitar lima tahun bangunan itu tidak terpakai. Sehingga ketika akan digunakan, ketika proses perbaikan bangunan justru roboh.

"Bangunan sudah lama ya, pada saat proses peninggian akhirnya bangunan itu roboh. Belum ada tersangka dalam kasus ini," katanya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan menerangkan bahwa bangunan yang roboh sedang direnovasi.

"Awalnya para pekerja tengah melakukan renovasi gudang, saat dilakukan pengeboran di tembok belakang sisi timur bangunan, tiba-tiba tembok setinggi 12 meter dan panjang 16 Meter roboh ke arah permukiman warga," kata dia dalam keterangan tertulis, Senin, 23 Mei.

Zulpan mengatakan, satu orang pekerja dan 3 orang warga mengalami luka dalam peristiwa itu. Keempatnya menjalani perawatan medis di RSUD Cengkareng.

Identitas ketiga korban yakni Sri Purwaningsih (39), Nurmala Khaira Lubna (2), Shera Silvi Antarini (18), dan Surani (55).