Respons Gerindra-PDIP soal Koalisi Indonesia Bersatu, Jadi Rival di Pemilu 2024?
Koalisi Indonesia Bersatu/Foto: VOI

Bagikan:

JAKARTA - Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digagas Partai Golkar, PAN dan PPP membuka pintu lebar bagi partai politik yang ingin bergabung. Diprediksi PKS dan Demokrat bakal merapat ke koalisi yang dideklarasikan Airlangga Hartarto, Zulkifli Hasan dan Suharso Monoarfa itu. 

Sementara, PKB sempat memberi sinyal akan membuat koalisi baru. Sedangkan Gerindra mensinyalkan kemesraan dengan PDIP, dan partai banteng cukup percaya diri melenggang di pesta demokrasi lima tahunan tanpa perlu berkoalisi dengan parpol manapun. 

Apakah nampaknya Gerindra dan PDIP bakal menjadi rival koalisi ini pada Pemilu 2024 mendatang?

Jurubicara sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman, menyambut positif pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digagas Partai Golkar, PAN dan PPP. Menurutnya, langkah politik tersebut merupakan hak berdemokrasi. 

"Apa saja yang dilakukan itu merupakan hak bernegara, hak berdemokrasi. Kalau nawaitunya baik untuk hal-hal kebangsaan, ya itu kemerdekaan mereka," ujar Habiburokhman di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 17 Mei. 

Habiburokhman mengungkapkan Partai Gerindra juga membangun komunikasi dengan semua partai politik. Meskipun kata dia, dalam waktu dekat ini belum akan dideklarasikan. 

"Kami membangun komunikasi yang baik termasuk dengan partai yang sudah melakukan deklarasi itu PAN, PPP dan Golkar. Kami menjalin komunikasi yang baik dengan tokoh-tokohnya. Siapa tau ada jodoh nanti kita ketemu di 2024," katanya. 

Hanya saja soal ajakan Gerindra untuk gabung ke KIB, Habiburokhman tak menjelaskan secara gamblang. Menurutnya, setiap parpol pasti melakukan penjajakan untuk mencocokan visi misi koalisi. 

"Namanya penjajakan kita semua saling mengajak dan saling diajak, cuma nanti ketemu cocoknya atau tidak. Di politik itu kan kurang lebih sama kaya orang pacaran bisa sampai di pernikahan bagus, kalau tidak ya hubungan kami akan tetap baik," jelasnya. 

"Intinya, partai-partai apalagi yang di parlemen itu jelas visinya adalah kebangsaan. Jadi tidak ada partai yang visinya tidak bagus," sambung Habiburokhman. 

Meski demikian, anggota Komisi III DPR itu justru mengakui bahwa komunikasi yang dilakukan Gerindra dan PDIP sudah terjalin bagus. Seiring dengan santernya hubungan Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri yang semakin mesra. 

"Saya pikir bagus juga komunikasi kami dengan PDIP, bagus. Nantilah kita lihat perkembangannya," ungkap Habiburokhman. 

Habiburokhman kembali menekankan bahwa belum akan ada deklarasi koalisi dalam waktu dekat ini. "Sepertinya dalam waktu dekat kita belum ada deklarasi, tapi komunikasi yang baik terus terbangun," terangnya. 

Sementara, PDIP nampaknya ogah bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu yang diinisiasi Golkar, PAN, dan PPP untuk Pemilu 2024. 

Politikus PDIP Junimart Girsang, menyatakan partai banteng sudah bisa mengusung pasangan capres dan cawapres tanpa perlu berkoalisi. 

“PDIP itu tidak perlu umumkan koalisi, PDIP sudah bisa mengusung itu saja dipahami," kata Junimart di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 17 Mei.

Bahkan, kata Junimart, PDIP merupakan satu-satunya parpol yang mendapatkan 20 persen presidential threshold.

"Sebagai catatan partai yang satu-satunya bisa mengusung presiden ya PDIP tanpa koalisi juga bisa,” jelasnya. 

Meski begitu, Wakil Ketua Komisi II DPR itu mengatakan bahwa keputusan koalisi PDIP sepenuhnya berada di tangan Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri. Seluruh kader, kata Junimart, pasti siap tegak lurus mengikuti keputusan partai.

"Jadi, koalisi urusan Ibu Ketua Umum bukan urusan kita, kita hanya ikut tegak lurus saja,” tegasnya. 

Terkait kesiapan menjelang Pemilu 2024, Junimart mengatakan PDIP sudah sepenuhnya siap.

“PDIP itu partai yang betul-betul siap dengan pesta demokrasi, kalau masalah koalisi nanti saja itu menjadi kewenangan Ibu Ketua Umum," tandasnya.