Masjid Agung Ini Bagikan 30 Ribu Makanan Buka Puasa Setiap Hari, Dapurnya 9 Ribu Meter Persegi di Hotel Bintang 5
Sheikh Zayed Grand Mosque di Abu Dhabi, UEA. (Wikimedia Commons/Aditimanikandan)

Bagikan:

JAKARTA - Masjid menyediakan makanan berbuka puasa di Bulan Ramadan tentu hal yang lazim di berbagai belahan dunia. Namun, bagaimana jika masjid menyediakan puluhan ribu makanan berbuka puasa setiap hari, dengan dapurnya di hotel berbintang?

Terletak di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Masjid Agung Sheikh Zayed mendistribusikan 30.000 makanan buka puasa di 10 akomodasi pekerja, selama Ramadan 2022 kali ini.

Sebelum pandemi melanda, halaman masjid akan penuh dengan orang-orang dari semua lapisan masyarakat pada malam Ramadan. Tapi itu telah berubah dalam beberapa tahun terakhir, dengan masjid telah mengirimkan makanan ke akomodasi pekerja.

Menarikanya, makanan disiapkan di Hotel Erth Abu Dhabi, dekat dengan masjid. Ini merupakan hotel bintang 5. Dapur seluas 9.000 meter persegi di hotel Erth Abu Dhabi adalah tempat semua aksi terjadi.

Sejak 2004, restoran ini telah menyajikan lebih dari 15 juta makanan berbuka puasa. Tahun ini, pusat tersebut memasak lebih dari 30.000 makanan buka puasa setiap hari dan mengirimkannya ke berbagai lokasi di Abu Dhabi.

Perencanaan dimulai dua bulan sebelum bulan suci tiba, termasuk pemilihan menu.

"Kami melakukan pencicipan dan memutuskan menu. Kami sepakat tentang bagaimana makanan harus disajikan dan jenis bumbu apa yang bisa kami tambahkan," kata Aztaj Eddoukani, direktur senior operasi kuliner di Erth Abu Dhabi seperti melansir The National News 22 April.

"Kami berbicara dengan pemasok kami dan memastikan mereka memiliki bahan yang tepat dan cukup untuk sebulan penuh," sambungnya.

Pada hari kunjungan The National, dapur sedang menyiapkan ayam bakar marinasi, nasi biryani, salona sayur (rebus) dan salad.

Lebih dari 425 anggota staf, termasuk koki, pramugara dan pengemudi, berpacu dengan waktu untuk mengantarkan 30.000 makanan sebelum matahari terbenam.

Persiapan dimulai pukul 5 pagi. Koki memasak 15.000 kg ayam, 4.000 kg beras, 6.000 kg sayuran, dan 230 kg bumbu.

"Kami memiliki bagian yang berbeda di dapur. Salah satunya adalah untuk memotong dan menyiapkan sayuran untuk salad dan salona," papar Eddoukani.

"Kami juga memiliki dapur panas, tempat kami menyiapkan bumbu dan memasak nasi. Kami memiliki sekitar 14 oven, di mana kami dapat memasukkan 500 porsi ayam sekaligus. Kami biasanya menyiapkan 850 porsi ayam dalam satu jam," ungkapnya.

Sekitar tengah hari, makanan dimasukkan ke dalam lemari pemanas pada suhu 80°C hingga siap untuk didistribusikan.

Kotak-kotak tersebut kemudian dimuat ke dalam 13 truk yang berangkat ke arah yang berbeda. Staf membagikan kotak makanan kepada pekerja yang tinggal di 10 lokasi, termasuk Desa Mafraq, Hameem dan Al Raha.

"Untuk lokasi yang jauh dari kami seperti Hameem, kami mengangkut makanan di lemari panas dan mengemasnya setelah mencapai akomodasi pekerja. Hal ini dilakukan agar makanan tetap panas saat disajikan," terang Eddoukani.

"Kami melayani orang-orang dari semua agama dan latar belakang. Non-Muslim dapat menerima kotak sebelum waktu buka puasa,"

Ketika azan terdengar, mereka mengakhiri puasa di tempat tinggal mereka, jauh dari perkumpulan.

Diketahui, tahun ini masjid kembali menyambut jamaah untuk shalat Tarawih dan Tahajjud, setelah Otoritas Manajemen Krisis dan Darurat Nasional melonggarkan aturan Covid-19 selama bulan suci.

Sementara, satuan tugas khusus bekerja sepanjang waktu untuk memastikan masjid siap untuk jamaah.