Jangan Ganggu Investasi di Daerah
Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia saat peletakan batu pertama pembangunan Theme Park di Banyuwangi. (Foto: Pemkab Banyuwangi)

Bagikan:

JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengingatkan agar jangan ada pihak-pihak yang mengganggu jalannya investasi di suatu daerah. Hal itu disampaikan Bahlil saat meresmikan Theme Park dan Water Park Banyuwangi, Jumat 3 Januari.

Proyek investasi senilai Rp150 miliar itu dibangun oleh PT Duta Insani Bangun Perkasa di atas lahan seluas 5 hektare dan diproyeksi bisa menyerap tenaga kerja lokal hingga 200 orang.

"Saya mengingatkan, sesuai arahan Presiden, jangan ada pihak-pihak yang mengganggu jalannya investasi di suatu daerah. Kita sudah ada MoU (nota kesepahaman) dengan Kejaksaan, nanti dengan Polri, agar investor merasa terlindungi. Jangan ada pihak yang sengaja mencari-cari kesalahan dengan tujuan mengganggu investor. Akan kami hadapi," kata Bahlil.

Bahlil mengatakan pemerintah akan mengejar realisasi investasi yang lebih kencang ke depan guna mengantisipasi dampak pelemahan perekonomian dan mendorong daya cipta lapangan kerja.

Oleh sebab itu, pemerintah tidak akan segan-segan menindak siapa pun yang sengaja mengganggu jalannya investasi di daerah.

Bahlil juga meminta agar perizinan di tingkat daerah tidak dipersulit. Saat ini pemerintah pusat tengah merampungkan implementasi percepatan perizinan di tingkat nasional melalui Inpres No.7 Tahun 2019.

"Kita tidak saja mempercepat perizinan. Tapi kita juga malu kalau kalah dari negara lain yang sangat cepat mereformasi perizinannya," jelas Bahlil.

Ia menyebut investasi di sektor pariwisata susah berkembang karena terhambat regulasi atau aturan. "Banyak investor mengincar sektor pariwisata, tapi terlilit oleh regulasi yang aneh-aneh," katanya.

Bahlil mencontohkan berdasarkan informasi yang diperoleh dari Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, daerah itu pernah berencana membangun Cable Car. Namun, izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan belum juga turun. Padahal, wahana tersebut akan mampu menyedot wisatawan lebih banyak lagi ke Banyuwangi.

Kepada Kepala BKPM, Bupati Azwar Anas mengeluhkan perizinan tersebut belum juga didapatkan. Padahal, pemerintah daerah telah mengajukan permohonan tersebut telah lebih dari tiga tahun. "Sampai sekarang belum keluar-keluar juga. Padahal, anggaran kita sudah habis mondar-mandir ke Jakarta," ucapnya.

Wahana cable car di Banyuwangi diklaim akan dapat menarik minat wisatawan karena wilayah itu menawarkan pemandangan yang menarik. Cable car pun disebut tengah digandrungi di berbagai negara.

"Kalau di Eropa tak usah disebut lagi. Hampir semua negara ada. China di mana-mana bangun Cable Car. Kita malah dibuat susah oleh regulasi kita sendiri atau birokrasi," kata Azwar Anas.

 

Theme Park Banyuwangi

Peletakan batu pertama jaringan themepark milik Jatimpark Group itu dilakukan Bahlil, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Kepala Dinas Penanaman Modal Provinsi Jatim Aris Mukiyono, Direktur PT Duta Insani Bangun Persada Enggartiasto Lukito, dan Direktur Jatimpark Rio Imam Sendjojo.

Pembangunan themepark, kata Bahlil, adalah langkah tepat menjadikan Banyuwangi sebagai destinasi wisata yang lengkap. ”Banyuwangi sudah terkenal dengan wisata alam dan seni-budayanya. Juga event-event wisata internasional lewat Banyuwangi Festival. Kini punya themepark keren. Saya yakin ini akan membuat Banyuwangi makin menarik bagi wisatawan,” imbuhnya.

Direktur PT Duta Insani Bangun Persada Engartiasto Lukito, selaku pelaksana pembangunan, mengatakan, themepark ini menjadi bagian dari jaringan wisata Jatimpark yang memiliki beragam wahana wisata bertaraf internasional. Themepark di Banyuwangi dibangun di lahan hampir 9 hektare di Kecamatan Kabat.

”Jatimpark Group melihat peluang yang bagus dan komitmen kuat dari Bupati Anas. Kami mendukung ekonomi Banyuwangi agar terus berkembang maju,” ujarnya.

Beragam wahana akan dibangun, mulai science centre, education corner, edukasi pelestarian penyu, wahana Kawah Ijen lengkap dengan panorama api biru (blue fire), wahana Sukamade, hingga water park bergelombang terbesar di Indonesia

Juga ada mini farm, petting zoo, kids playground, kafe-kafe instagramable, indoor theater, dan wahana misteri ”haunted house”. Tentu juga ada beragam permainan bertaraf internasional. Pembangunan theme park ini ditargetkan rampung dan bisa dibuka pada libur Lebaran atau pekan ketiga Mei 2020.

”Sebagaimana permintaan Bupati Anas, khusus di Banyuwangi, kami membangun theme park dengan memuat kekhasan lokal. Seperti adanya Wahana Ijen dan Sukamade,” ujar Enggartiasto.

Kawah Ijen dan Pantai Sukamade adalah dua destinasi alam favorit di Banyuwangi. Ijen menawarkan fenomena blue fire yang mendunia. Adapun Pantai Sukamade sangat indah dan menjadi tempat penyu bertelur.

Themepark itu juga menyediakan teater indoor untuk menampilkan seni-budaya daerah serta ada ruang bagi UMKM memasarkan produknya. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, themepark akan melengkapi pilihan destinasi di daerah ujung timur Pulau Jawa itu.

”Kami menyadari pariwisata bergerak dinamis. Setelah sembilan tahun fokus pada pariwisata alam dan seni-budaya, kini hadir theme park untuk memberi pengalaman baru sekaligus memperluas jangkauan wisatawan keluarga. Jadi Banyuwangi akan semakin friendly untuk wisata keluarga,” paparnya.

Kehadiran theme park tersebut juga menciptakan pergerakan ekonomi baru di wilayah pinggiran pusat kota Banyuwangi. ”Pasti themepark ini akan diikuti industri sampingannya, mulai suvenir, oleh-oleh, warung-warung, jasa transportasi, jasa akomodasi, dan sebagainya,” pungkas Anas.