Warga Aceh Selatan Diterkam Buaya Saat Ambil Kangkung di Sungai
Dokumentasi - Seekor buaya muara yang ditangkap karena meresahkan warga Ujung Mangki, Bakongan, Aceh Selatan, di kandang khusus di Kantor BKSDA Aceh di Banda Aceh. ANTARA/HO/BKSDA Aceh

Bagikan:

BANDA ACEH - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengatakan seorang pria berusia 71 tahun diserang buaya saat hendak mengambil kangkung di sungai di Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan.

Kepala Seksi Wilayah II Subulussalam Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Hadi Sofyan mengatakan pihaknya sudah menurunkan tim untuk menangani kejadian tersebut.

"Tim BKSDA Aceh langsung merespons informasi ada warga digigit buaya serta melakukan langkah untuk penanganan lebih lanjut guna mencegah kejadian serupa tidak terulang," kata Hadi Sofyan dikutip Antara, Jumat, 25 Februari.

Hadi Sofyan mengatakan korban warga Desa Ujung Tanoh, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan, diserang buaya saat hendak memetik kangkung di Krueng (sungai) Itam, desa setempat.

Keuchik (kepala desa) Ujong Tanoh, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan Saiful Arif di Aceh Selatan,  mengatakan warga diserang satwa dilindungi bernama Hasanuddin (71).

"Serangan buaya terjadi Rabu (23/2) sekira pukul 15.00 WIB. Saat itu, korban hendak memetik kangkung di sungai, namun tiba-tiba muncul seekor buaya dan langsung menyerangnya," kata Saiful Arif.

Akibat serangan itu, kata Saiful Arif, korban mengalami gigitan, sehingga menyebabkan luka parah di tangan kanannya. Tangan kanan korban hampir putus akibat gigitan buaya.

Korban ditemukan tergeletak di atas jembatan Krueng Hitam dengan kondisi luka parah. Warga yang menemukan korban langsung membawanya ke puskesmas terdekat, kata Saiful Arif.

"Selanjut, korban dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yuliddin Away di Tapaktuan, ibu kota Kabupaten Aceh Selatan, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut," kata Saiful Arif.