Pemerintah Perketat Pergerakan DKI Jakarta Cegah Penularan Omicron
ILUSTRASI DOK VOI

Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah memperketat pergerakan masyarakat dari dan menuju DKI Jakarta sebagai upaya untuk mencegah penularan COVID-19 varian Omicron yang penyebaran transmisi lokal paling banyak terjadi di Ibu Kota.

Hal itu dikatakan Juru Bicara Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Masduki Baidlowi, dalam keterangan dari Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Wapres (Setwapres) yang dikutip Antara.

"Wapres memberikan arahan agar diperketat orang ke Jakarta, belum ada semacam kewajiban. Presiden dan Wapres memberikan arahan bagaimana agar diperketat orang yang keluar Jakarta," kata Masduki dalam keterangannya, Senin, 17 Januari.

Dia mengatakan penularan varian Omicron terjadi lebih banyak melalui transmisi lokal dibandingkan dengan penularan dari luar negeri. DKI Jakarta menjadi daerah dengan penularan Omicron terbanyak saat ini.

"Transmisi lokal itu sudah lebih banyak dibandingkan dengan (jumlah) orang yang terkena Omicron yang datang dari luar negeri. Dan yang terbanyak itu justru di Jakarta, transmisi lokal," tambahnya.

Karena itu, Wapres mengimbau agar masyarakat semakin meningkatkan kesadaran untuk mendapatkan vaksin COVID-19, menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, dan membatasi diri untuk bepergian ke luar negeri.


"Memperketat itu dengan cara-cara vaksinasi dan harus memakai masker. Jadi pendisiplinan ulang terhadap kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pihak luar dan jangan keluar rumah kalau tidak penting," jelasnya.

Terkait penerapan karantina bagi para pelaku perjalanan luar negeri, Masduki mengungkapkan Wapres ingin regulasi dan implementasi karantina ditelaah ulang untuk lebih menekan laju penularan. Wapres ingin pemberlakuan masa karantina pelaku perjalanan luar negeri semakin diperketat.

"Wapres mempertanyakan untuk kejadian tertentu; misalnya yang terjadi di Jawa Timur setelah dinyatakan negatif dengan karantina, tapi setelah pulang dia positif dan ternyata Omicron sehingga perlu diperketat berapa hari karantina, terutama dari luar negeri," ujarnya.