Hasto Tegaskan Ucapan Megawati Soal Kelompok Benalu Ambil Keuntungan Saat Pandemi COVID-19 Tak Bermuatan Politis
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto/DOK ANTARA

Bagikan:

JAKARTA - Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menjelaskan pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri soal kelompok benalu pengambil keuntungan saat pandemi COVID-19 tidak bermuatan politis.

Ada pun pernyataan itu disampaikan Megawati saat menyampaikan pidato peringatan HUT ke-46 PDI Perjuangan pada hari ini atau Senin, 10 Januari.

"Tidak ada muatan politik dalam menyampaikan kritik kecuali hastrat yang sebenar-benarnya bahwa di dalam hari ulang tahun partai ini kita ingin mendarmabaktikan seluruh gerak PDIP bagi kepentingan bangsa dan negara," kata Hasto dalam konferensi pers yang ditayangkan secara daring.

Menurut Hasto, bila disimak secara menyeluruh, pidato Megawati merupakan bentuk kritik sekaligus autokritik bagi partai berlambang banteng tersebut. Misalnya, soal harga tes PCR COVID-19 yang tinggi sebelum Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun tangan.

"Kita lihat mengapa untuk menurunkan biaya PCR itu harus presiden turun tangan. Setelah presiden turun tangan baru itu turun," tegas Hasto.

"Kenapa kemudian ada berbagai persoalan terkait (pandemi, red), ini sebagai autokritik. Terkait dengan bansos, ini sebagai autokritik. Sehingga di tengah pandemi ini yang disampaikan Bu Mega tadi (adalah bentuk, red) kritik autokritik bagi bangsa juga termasuk bagi kader PDIP," imbuhnya.

Dengan adanya autokritik yang disampaikan oleh Presiden ke-5 RI itu, Hasto berharap ke depannya ada perbaikan yang akan dilakukan. Baik secara internal maupun eksternal.

Tak hanya itu, pernyataan Mega juga diharap dapat menyatukan hasrat kemanusiaan. Dengan begitu, upaya menangani pandemi COVID-19 bukan dengan mendahulukan kepentingan kelompok maupun memperkaya diri sendiri.

"Bu Mega tadi mengatakan dalam kondisi krisis termasuk yang maha hebat sekalipun kuncinya adalah persatuan dengan rakyat," ujar Hasto.

Diberitakan sebelumnya, Megawati Soekarnoputri mengingatkan masih banyak terjadi upaya tarik menarik kepentingan di tengah penanganan pandemi COVID-19. Padahal, di satu sisi, Presiden Jokowi terus berupaya maksimal untuk menangani kondisi ini.

Tak hanya itu, dia juga menyoroti pihak yang memancing di air keruh saat pandemi COVID-19. Mereka, bak benalu yang mengambil keuntungan.

"Saya juga melihat masih saja ada kelompok politik yang memancing di air keruh. Di luar itu ada juga kelompok kepentingan yang bertindak bagaikan benalu yang menginduk pada inangnya atas nama pandemi mereka masih saja mencari keuntungan materi," ujar Megawati dalam pidatonya.