Masyarakat Mukomuko Tak Perlu Risau, Ketersediaan Vaksin COVID-19 Aman
Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Bagikan:

MUKOMUKO - Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menjamin ketersediaan vaksin COVID-19 bagi masyarakat yang mengikuti vaksinasi selama seminggu ke depan.

"Vaksin COVID-19 cukup untuk satu Minggu kedepan dengan rata-rata pemakaian 2.500 dosis per hari," kata Kabid Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Jajad Sudrajad dalam keterangannya di Mukomuko, Jumat, 26 November.

Ia mengatakan, daerah ini sampai sekarang masih memiliki sisa stok vaksin COVID-19 sebanyak 43.830 dosis yang tersebar di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan yang terdiri dari sebanyak 17 puskesmas, RSUD, dan Klinik Medika Bhayangkara 12 Kepolisian Resor Mukomuko, dan Makodim.

Sebanyak 43.820 dosis vaksin COVID-19 tersebut terdiri dari beberapa jenis yakni Corona Vac, Astrazeneca, Moderna, dan Fprizer, yang paling banyak vaksin jenis Astrazeneca dan paling sedikit Corona Vac.

Ia mengatakan, petugas kesehatan yang tersebar di semua fasilitas pelayanan kesehatan setiap hari memberikan pelayanan vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat di daerah ini.


Cakupan vaksinasi di daerah ini sejak sebulan terakhir stabil mulai dari satu hingga dua persen dari jumlah sasaran vaksinasi sebanyak 142.831 orang.

Ia menargetkan, cakupan vaksinasi COVID-19 di daerah ini mencapai 70 persen pada pertengahan bulan Desember tahun ini.

Sementara itu cakupan vaksinasi COVID-19 di daerah setempat baru 76.252 orang atau 53,39 persen dari 142.831 warga yang menjadi sasaran vaksinasi.

Sebanyak 76.252 orang ini terdiri atas 1.384 tenaga kesehatan 58.867 petugas pelayan publik, 3.573 warga lanjut usia (lansia), dan remaja berumur 12-17 tahun sebanyak 7.126 orang, sebanyak 5.302 warga terima vaksin gotong-royong.

Dari 76.252 warga, baru 28.536 orang yang telah menerima penyuntikan vaksinasi COVID-19 secara lengkap, yakni dosis I dan dosis II, yang terdiri atas 1.220 tenaga kesehatan, 19.076 petugas pelayan publik, dan 1.256 lansia, dan remaja sebanyak 1.689 orang, dan 5.295 orang menerima vaksin gotong-royong. Demikian dilansir Antara.