Yang Dilakukan KSAL Yudo Margono Ketika Tahu Bukan Pilihan Jokowi Jadi Calon Panglima
Foto: BPMI Setpres/Lukas

Bagikan:

JAKARTA - Nama Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana Yudo Margono sebelumnya juga digadang-gadang menjadi calon kuat menggantikan Marsekal Hadi Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI. Tapi Presiden Jokowi memilih KSAD Jenderal Andika Perkasa.

Laksamana Yudo adalah seorang prajurit sejati. Dia tunduk pada panglima tertinggi yang sudah menjatuhkan pilihan.

Tak perlu menunda-nunda. Begitu tahu bukan namanya yang tertulis di dalam Surat Presiden, hitungan kurang dari 15 menit, Yudo sudah memberi arahan tegas kepada semua jajaran di TNI AL.

"Kita harus loyal terhadap apa yang telah ditetapkan presiden karena presiden merupakan penguasa tertinggi TNI AD, TNI AL, maupun TNI AU, sehingga apa pun yang telah diputuskan (presiden) pasti keputusan terbaik untuk TNI dan terbaik untuk negara dan bangsa," tegas Yudo Margono, Selasa, 9 November.

Yudo memastikan setiap prajurit harus patuh pada garis komando. Jadi seluruh jajaran TNI AL juga akan mematuhi apa yang sudah dipilih Presiden Jokowi.

TNI AL juga akan loyal dengan Panglima TNI yang baru. Yudo menjamin akan mendukung seluruh program-program dari seorang panglima.

"Tentunya penegakan hukum dan kedaulatan di laut tetap tugas pokok TNI AL, kita lakukan semaksimal mungkin," katanya.

TNI AL harus loyal dan mendukung kepemimpinan Jenderal Andika Perkasa.

"Beliau adalah senior saya dan beliau tentunya yang terbaik karena telah terpilih menjadi Panglima TNI," terang dia.