Ketika Telegraf Merevolusi Dunia Komunikasi

Ketika Telegraf Merevolusi Dunia Komunikasi

Mesin telegraf (Foto: commons.wikimedia.org File: Morse's telegraph station)

Bagikan:

JAKARTA - Sekarang telegraf mungkin dipandang orang sebagai teknologi komunikasi yang terlihat kuno, bahkan di antaranya tidak ada yang kenal dengan benda ini. Namun, kita patut berterima kasih atas penemuan teknologi tersebut, karena telegraf berhasil merevolusi teknologi komunikasi dengan menghapus batas orang yang ingin melakukan komunikasi jarak jauh.

Seperti diketahui, yang menemukan teknologi telegraf adalah Samuel Finley Breese Morse. Pria kelahiran 27 April 1791 itu sebenarnya punya latar belakang sebagai seniman, kendati demikian sejak kuliah di Universitas Yale, ia juga tertarik dengan dunia kelistrikan. 

Seperti digambarkan dalam biografi Morse yang ditulis Carleton Mabee dalam The American Leonardo Morse adalah pria yang memiliki bakat dan minat yang beragam. Morse yang dilatih sebagai seniman visual, berhasil menjadi salah satu pelukis terbaik di wilayahnya. Morse juga pernah menjadi orang berpengaruh dalam percaturan politik Amerika pada abad 19. Ia bisa memberikan pengaruh politiknya kepada gerakan politik anti-katolik dan properbudakan. 

Seperti dikutip history.com, awal mula tercetus ide membuat telegraf adalah ketika ia mendengar tentang sebuah penemuan elektromagnet. Topik itu menjadi bahan perbincangan banyak orang, tak terkecuali Morse.

Bertahun-tahun ia habiskan waktu untuk mengembangkan prototipe cikal bakal telegraf bersama asistennya Leonard Gale dan Alfred Vail. Akhirnya usaha itu tak sia-sia. Hari ini 6 januari 1838, Samuel Morse mendemonstrasikan sistem telegraf untuk pertama kalinya di Speedwell Iron Works Morristown, New Jersey.

Ia memeragakan bagaimana sebuah perangkat yang mengandalkan kabel listrik bisa mengirim pesan dengan cara mengirim sandi. Sandi itu berbentuk kode Morse yang membuat titik dan garis panjang sebagai simbol yang mewakili huruf dan angka. 

Penemuan itu hanyalah awal sampai ia bisa bermanfaat bagi banyak orang. Agar bisa dikembangkan dan digunakan banyak orang, Morse dan kawan-kawan butuh dana tak sedikit. Oleh karena itu berbekal kedekatannya dengan politisi Amerika, ia mendekati anggota kongres untuk mengaplikasikan penemuannya. 

Tahun 1843, Morse akhirnya berhasil meyakinkan kongres yang sebelumnya sempat skeptis untuk mendanai pembangunan jalur telegraf pertama di Amerika Serikat, dari Washington D.C ke Baltimore. Setelah proyek itu selesai, pada Mei 1844 Morse mengirimkan telegram resmi pertama melintasi kabel dengan jarak jauh. Isi pesannya: Apa yang telah Tuhan perbuat!

Merevolusi Komunikasi

Beberapa tahun kemudian, garis telegraf mulai dipasang di sekitar Northeast oleh perusahaan swasta Telegraf New York dan Missisippi Valey yang kemudian mengubah nama menjadi Western Union pada 1851. Western Union menjadi perusahaan yang berhasil membangun jaringan telegraf melintas se-Amerika Serikat.

Lima tahun kemudian, jalur telegraf permanen pertama yang melintasi Samudera Atlantik berhasil dibangun. Pada akhir abad 19 sistem telegraf sudah ada di Afrika, Asia, dan Australia. 

Penemuan telegraf berhasil merevolusi dunia komunikasi. Penemuan itu bisa dibilang dampaknya menyaingi penemuan mesin cetak maupun internet. 

Seperti ditulis TIME, berkat penemuan Morse, komunikasi untuk pertama kalinya dalam sejarah tidak lagi terbatas pada kecepatan surat fisik, dan dapat melewati berbagai lokasi jarak jauh. 

Kalau tidak ada telegraf mungkin sampai detik ini kita masih berkirim pesan melalui surat. Kalau tidak ada telegraf mungkin tidak akan ada penemuan kabel optik. Asalkan kawat kabel garis telegraf ini tersambung, manusia akan terbebas dari jarak, komunikasi manusia menjadi tak terbatas. 

Teknologi yang juga sering digunakan dalam dunia peperangan ini mencapai puncak popularitasnya pada 1920-an dan 1930-an. Setelah itu pamor telegraf mulai terganti.

Telegraf banyak digantikan oleh layanan telepon jarak jauh yang murah, faks dan email. Western Union mengirimkan telegram terakhir pada bulan januari 2006. 

Tag: sejarah