Mural Mirip Jokowi di Jaksel Dihapus, Wagub Riza Patria: Kami Sarankan Isinya Konstruktif

JAKARTA - Sebuah mural bergambar mirip Presiden Joko Widodo di Jalan Kebagusan Raya, Jagakarsa, Jakarta Selatan dihapus.

Menanggapi hal ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta masyarakat membuat mural dengan isi gambar yang konstruktif.

"Kami menghormati kreativitas generasi muda, namum kami sarankan mural itu baik dan isinya konstruktif ya," kata Riza di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu, 1 September.

Riza mengaku pemerintah memahami munculnya mural seperti grafiti dan tulisan di tembok merupakan bentuk ekspresi masyarakat. Namun, ia memandang alangkah baiknya mural tak bernada tendensius dan dituangkan di lokasi yang tak melanggar aturan.

"Jadi, kami minta masyarakat, silakan berkreasi dan berinovasi kreatif dengan melakukan mural, grafiti, coretan, sejauh itu dilakukan di tempat yang baik, tidak mengganggu, isinya positif, konstrutitf kami bisa memahami," ucap dia.

Diketahui sebelumnya, tampak mural di Jalan Kebagusan Raya yang menampilkan gambar kepala pria yang diduga Presiden mengacungkan jempol dikelilingi sejumlah tulisan. Tepat di sisi kiri, ada tulisan "Aku Nyerah Pakdeh".

Kemudian, sisi kanan terdapat tulisan "Mikirin Rakyat Sampai Kurus". lalu, tampak juga tulisan berukuran lebih kecil "Okelah 3 Periode" dan "Indonesia Wajib Ok, enggak oke..? BORGOL."

Kondisi terkini mural yang diduga mirip sosok Jokowi setelah dihapus oleh orang yang tak dikenal di Jalan Kebagusan Raya, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu, 1 September. (Foto: Antara)

Namun, pada hari ini mural tersebut dihapus dengan ditimpa cat putih. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Selatan Ujang Hermawan memastikan bukan pihaknya yang mengahapus mural tersebut.

"Dapat info dari temen-temen wartawan (ada mural mirip Jokowi), anggota cek (sore hari) bener ada (muralnya), tapi begitu malam lagi kok ada yang hapus pakai cat putih," ujar Ujang saat dikonfirmasi.

Ujang menekankan, apabila ada hal-hal yang berbau SARA dan mengganggu ketertiban umum akan ditertibkan oleh anggotanya. Namun, dalam persoalan ini, tidak ada anggota yang melakukan penertiban.  

Ujang mural tersebut dihapus oleh warga sekitar. "Iya warga lagi mungkin," ucap dia.