3 Pernyataan Maaf Penulis Presiden Jokowi Cocok Bawa Madu di Perempatan dengan Baju Baduy

JAKARTA - Penampilan Presiden Joko Widodo dengan baju adat Baduy saat menyampaikan pidato Kenegaraan, 16 Agustus di komentari nyinyir oleh warganet dengan akun bernama @pawletariat. Dia menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) cocok menggunakan pakaian adat Suku Baduy saat pidato kenegaraan.

Sayangnya, pada akhir komentar, akun ini meminta Jokowi untuk sekalian membawa madu dan jongkok di perempatan. "Azzzsksksks Jokowi Make baju adat Baduy cocok bgt, tinggal bawa madu + jongkok perempatan," tulis akun ini.

Komentar akun ini mengundang kemarahan netizen karena berkonotasi penghinaan atas profesi masyarakat Baduy. Salah satunya datang dari politikus Partai Solidaritas Indonesia PSI, Muannas_alaidid. Menurut Muannas, frasa 'tinggal bawa madu dan jongkok' merupakan kalimat pelcehan dan merendahkan.

"jelas bkn kritik tapi masuk kualifikasi kebencian sara thd adat suku baduy," tegas Muannas.

Muannas bilang, akun cuitan akun ini merupakan tanggapan pribadi atas baju adat yang dikenakan Jokowi, bukan produk jurnalistik. "Tangkap saja dg Ps.28 ayat 2 ITE," ujar Muannad dengan me-mention akun resmi Mabes Polri, @DivHumas_Polri.

Warganet lainnya juga melancarkan kritik pada akun @pawletariat dengan mengunggah tangkapan layar cuitan yang tersebut. Menyadari kesalahannya, penulis akhirnya minta maaf. Berikut unggahan permintaan maafnya.

Saya Mohammad Bernie Kurniawan, terkait dengan cuitan saya mengenai Jokowi dan masyarakat adat Baduy, berikut pernyataan saya :

1. Saya meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo dan masyarakat adat Baduy atas cuitan saya yang merendahkan.

2. Saya menyadari masyarakat adat Baduy memiliki tradisi yang luhur, sama sekali tak ada niatan pada diri saya untuk merendahkan Presiden Joko Widodo atau masyarakat Baduy. Kejadian ini akan saya jadikan pelajaran untuk lebih bijak dalam berkomentar

3. Cuitan saya adalah cuitan personal dan tidak ada kaitannya dengan kawan-kawan di tempat kerja saya. Terima kasih