Waduh, Anies Baswedan Sebut Banyak Warga Antre Masuk Rumah Sakit

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pihaknya menemukan masih banyak warga yang mengantre masuk ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Temuan ini berdasarkan evaluasi pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat di Jakarta.

Lebih lanjut, Anies mengakui bahwa ketersediaan tempat tidur untuk perawatan pasien COVID-19, masih menjadi tantangan serius bagi Pemprov DKI Jakarta.

"Memang BOR (bed occupancy rate) kita menghadapi tantangan. Karena banyak dari masyarakat mengantre belum bisa masuk rumah sakit," katanya di Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu, 18 Juli.

Sekadar informasi, merujuk data Dinas Kesehatan DKI Jakarta per 11 Juli, tingkat BOR di 140 RS rujukan Jakarta masih cukup tinggi. Tercatat, untuk BOR isolasi harian berada di angka 92 persen. Artinya, dari 11.522 total tempat tidur, sebanyak 10.623 unit telah terisi oleh pasien positif COVID-19.

Sementara itu, untuk tingkat keterisian ICU sudah mencapai angka 95 persen. Dinkes DKI mencatat, dari total 1.470 ICU, sebanyak 1.390 telah terisi.

Lebih lanjut, Anies mengatakan ada beberapa hal yang di-review dari pemberlakukan PPKM Darurat melalui rapat koordinasi  Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Pertama, soal pembatasan mobilitas.

"Kedua terkait pengelolaan RS, faskes dalam menangani warga yg harus dirawat, kemudian juga pengelolaan ruang-ruang isolasi untuk mereka yang bergejala ringan. Semuanya alhamdulillah berjalan dengan baik," ujarnya.

Dalam rapat tersebut, kata Anies, pihaknya juga membahas mengenai pelaksanaan vaksinasi di Jakarta. Berdasarkan evaluasi program vaksinasi tersebut sudah berjalan dengan baik.

"Alhamdulillah Jakarta kalau dilihat berbasis target sudah lebih awal dan lebih tinggi dari target, baik dari sisi jumlah maupun waktu. Jadi kita berharap proses vaksinasi terus berjalan dengan cepat, sehingga bisa tuntas lebih awal dari jadwal," tuturnya.