Geng "Rolex Ripper" Ditangkap 10 Menit Setelah Mencuri Jam Tangan Mewah di London

JAKARTA - Pencuri spesialis jam tangan mewah di London, berhasil ditangkap tidak lama setelah beraksi, dengan momen ketika dua pencuri beraksi di jalanan Ibu Kota Inggris terekam kamera keamanan.

Rekaman yang dirilis oleh Kepolisian Metropolitan London menunjukkan dua penjahat mendekati pasangan setelah melihat jam tangan pria tersebut seharga 18.000 poundsterling (Rp431.791.740).

Para pencuri memulai teknik pengalihan perhatian yang terencana dengan meminta pasangan tersebut untuk menyalakan rokok mereka.

Dengan pasangannya yang sedang sibuk, salah satu pencuri kemudian mencoba merampas jam tangan dari pergelangan tangan pria tersebut.

Pencuri tersebut tampaknya melanjutkan pengalihan perhatian dengan bermain-main dan melilitkan kakinya di tubuh pria tersebut, tetapi kemudian ia menggunakan ini sebagai tuas untuk memberikan lebih banyak kekuatan untuk melepaskan jam tangan tersebut.

Sekelompok empat pria yang berdiri di dekatnya tampak tidak menyadari apa yang sedang terjadi, tetapi staf keamanan di tempat tersebut menyadari apa yang terjadi dan segera bertindak.

Polisi segera tiba di lokasi kejadian dan dalam waktu 10 menit kedua pelaku ditangkap.

"Hei, kau ditangkap karena perampokan, oke?" terdengar suara seorang petugas berkata kepada seorang perampok yang terpojok, melansir The National (31/5).

"Alasannya adalah kau telah diidentifikasi oleh petugas keamanan sebagai pelaku perampokan jam tangan."

Perampok itu protes, "petugas keamanan yang mana, bukan aku!” tetapi ia digiring pergi dengan borgol.

Sementara itu, kaki tangannya diberitahu oleh petugas lain, "kau baru saja diidentifikasi sebagai seorang pria yang baru saja mencuri jam tangan" sebelum berkata kepada rekan-rekannya, "kerja bagus, kawan-kawan."

Polisi tidak mengungkapkan detail tentang hukuman apa yang diterima para perampok atau di mana dan kapan insiden itu terjadi.

Diketahui, serangkaian pencurian jalanan di London yang melibatkan geng "Rolex Ripper" yang menargetkan orang-orang yang mengenakan jam tangan mahal atau memegang telepon dalam beberapa tahun terakhir.