Arab Saudi Tingkatkan Fasilitas di Masjid Namirah Jelang Wukuf Arafah

JAKARTA - Kementerian Urusan Islam Arab Saudi telah meningkatkan kesiapan Masjid Namirah untuk menerima jemaah Haji pada Hari Arafah, hari di mana puncak Ibadah Haji yang ditandai dengan Wukuf, pada Hari Selasa, sebagai bagian dari layanan operasional, teknis, dan kesadaran terpadu untuk memastikan lingkungan yang nyaman bagi para jemaah.

Masjid tersebut telah dilengkapi dengan karpet berkualitas tinggi yang meliputi area seluas 125.000 meter persegi, sebagai bagian dari rencana komprehensif untuk mempersiapkannya bagi jumlah jamaah haji yang besar.

Masjid Namirah telah menjalani proyek pengembangan ekstensif selama tujuh tahun terakhir untuk meningkatkan efisiensi operasional dan teknisnya, seperti yang dilaporkan oleh Kantor Berita Saudi (SPA), seperti melansir Arab News (25/5).

Proyek-proyek ini termasuk peningkatan pendingin udara, ventilasi, infrastruktur hingga sistem listrik dan audio, serta penerapan langkah-langkah mitigasi panas, proyek pendinginan halaman dan perluasan layanan pasokan air, memperkuat kapasitas masjid untuk menampung ratusan ribu jamaah haji.

Di antara proyek-proyek yang paling menonjol adalah pendinginan halaman belakang melalui pemasangan 19 kanopi — yang membantu mengurangi suhu hingga 10°C — dan lapisan lantai yang memantulkan sinar matahari.

Persiapan di dalam Masjid Namirah, Arafah. (Sumber: SPA)

Halaman-halaman di sekitarnya juga telah didinginkan dengan menggunakan 117 kipas kabut yang digerakkan oleh pompa bertekanan tinggi, membantu mengurangi suhu hingga 9°C.

Sistem kontrol pusat telah ditingkatkan untuk memantau kadar karbon dioksida guna memastikan udara di dalam masjid sepenuhnya disegarkan dua kali dalam satu jam.

Efisiensi pompa air juga telah ditingkatkan. Selain itu, 70 unit pendingin air telah dipasang.

Pekerjaan renovasi komprehensif meliputi perbaikan sambungan ekspansi, pembaruan lantai dan pengecatan, pemasangan lampu LED, dan peningkatan panel listrik serta sistem drainase air hujan.

Masjid Namirah juga telah dilengkapi dengan sistem suara canggih dan kamera pengawasan, sementara 72 pintu masuknya telah dinilai untuk memastikan kelancaran pergerakan. Hal ini melibatkan pengawasan terus-menerus, sepanjang waktu, oleh tim pemeliharaan dan pemantauan.

Kementerian juga berencana mengoperasikan 150 layar digital untuk menyiarkan khutbah di dalam masjid, serta menyediakan 10 platform panggilan video untuk menjawab pertanyaan keagamaan dalam berbagai bahasa.

Stan-stan penyuluhan Islam juga telah diaktifkan di dekat Masjid Namirah dan Gunung Arafah, bersama dengan layanan telepon bebas pulsa untuk menjawab pertanyaan melalui pusat-pusat penyadaran di Makkah, dengan para penceramah yang tersedia sepanjang waktu.

Untuk lebih memperkuat upaya ini, materi penyuluhan telah didistribusikan melalui stan-stan tersebut, dengan 200 penceramah dan 50 penerjemah yang ditugaskan untuk melayani jamaah haji. Selain itu, kegiatan dakwah telah dilakukan di kamp-kamp jamaah haji di dekat Gunung Arafah oleh 300 penceramah.

Inisiatif-inisiatif ini merupakan bagian dari rencana strategis kementerian untuk meningkatkan kesiapan masjid-masjid di tempat-tempat suci dan menyediakan layanan berkualitas tinggi kepada Jemaah Haji, sehingga mereka dapat melaksanakan ibadah mereka dengan mudah.