23.000 Rumah di Aceh Ditargetkan Pulih lewat Program Padat Karya Tunai

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan, penanganan 23.000 titik rumah dan kawasan permukiman di Kabupaten Aceh Tamiang dapat diselesaikan melalui program Padat Karya Tunai (PKT).

Target tersebut disampaikan Dody saat meninjau salah satu titik pelaksanaan PKT di Aceh Tamiang, Minggu, 24 Mei.

Program tersebut dilaksanakan melalui kegiatan pembersihan lumpur pada permukiman masyarakat terdampak bencana.

Dody menegaskan, penanganan lumpur di kawasan permukiman menjadi salah satu prioritas utama pemerintah karena sedimentasi dan lumpur menjadi persoalan utama sejak awal bencana terjadi di Aceh Tamiang.

"Saya perlu melihat urusan perlumpuran di perumahan. Hal ini penting karena di Tamiang, sejak awal kami datang memang masalah utamanya lumpur," kata Dody dikutip dari keterangan resmi, Senin, 25 Mei.

"Hal itu yang harus saya kejar, supaya lumpur-lumpurnya segera dibersihkan dengan sistem padat karya, sehingga masyarakat langsung terlibat dalam proses pekerjaan tersebut," sambungnya.

PKT di Aceh Tamiang telah dilaksanakan sejak masa tanggap darurat bencana sebagai bagian dari pemulihan kawasan berbasis masyarakat yang diharapkan dapat memulihkan kegiatan ekonomi.

Melalui skema tersebut, pemilik rumah dan masyarakat dilibatkan langsung dalam kegiatan pembersihan rumah, lingkungan permukiman, drainase serta pemulihan kawasan.

"Program ini sudah kami kerjakan sejak awal bencana. Jadi, pemilik rumah kami aktifkan sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, bahwa masyarakat terdampak bencana ikut terlibat aktif dalam proses pemulihan," ucapnya.

Pada lokasi yang ditinjau, proses pembersihan rumah telah berlangsung selama tiga hari dengan kondisi kerusakan akibat lumpur cukup berat.

"Di sini masih ada beberapa bagian rumah yang belum selesai dibersihkan. Mudah-mudahan satu sampai dua hari ke depan bisa selesai dan masyarakat bisa memiliki kehidupan lebih layak," tutur dia.

"Ini menjadi salah satu percontohan yang nanti akan kami duplikasi ke wilayah lainnya," sambungnya.

Selain penanganan rumah warga, PKT di Aceh Tamiang juga telah menyelesaikan pembersihan saluran drainase dengan total panjang saluran mencapai 28.568 meter.

Kegiatan tersebut melibatkan 16.353 tenaga kerja dengan total anggaran sebesar Rp2,45 miliar.

Dody juga mengimbau agar program padat karya tunai segera diperluas ke daerah lain terdampak bencana, terutama kawasan yang mengalami sedimentasi dan endapan lumpur pada permukiman warga.

"Fokus utama memang di Aceh Tamiang karena dampaknya besar. Tetapi nanti juga akan ke Pidie Jaya dan beberapa daerah lain. Ada sekitar 10 kabupaten/kota di Aceh yang akan kami lakukan seperti ini, terutama wilayah terdampak lumpur di rumah-rumah warga," imbuhnya.