Pra Penjualan Intiland, Pengembang Properti Milik Konglomerat Hendro Gondokusumo Tumbuh 165 Persen di Kuartal I 2021

JAKARTA - Pengembang properti, PT Intiland Develompment Tbk mencatatkan pendapatan pra penjualan (marketing sales) kuartal I 2021 sebesar Rp310 miliar. Perolehan tersebut melonjak sebesar 165 persen dibandingkan perolehan kuartal I 2020 sebesar Rp117 miliar.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono mengatakan, memasuki tiga bulan pertama tahun 2021, perusahaan milik konglomerat Hendro Gondokusumo menilai kondisi pasar properti sudah mulai bergerak positif.

"Sejumlah insentif dan stimulus kebijakan yang dikucurkan pemerintah serta sejumlah program promosi yang diluncurkan pengembang properti mulai mampu mendorong masyarakat untuk kembali melakukan pembelian dan investasi di sektor properti," ujar Archied dalam keterangan tertulis, yang dikutip Rabu 9 Juni.

Archied menjelaskan sejak akhir tahun 2020, minat beli properti konsumen sudah mulai berangsur-angsur membaik. Perubahan ini terutama terjadi pada penjualan produk perumahan, khususnya di segmen pasar menengah yang mulai kembali bergulir.

"Kami banyak berdiskusi dengan para konsumen dan agen properti, rata-rata sudah mulai optimis dan punya kepercayaan bahwa kondisi akan membaik. Untuk antisipasi perubahan itu, kami menyiapkan program promo spesial dan meluncurkan beberapa produk baru untuk memenuhi kebutuhan konsumen," kata Archied lebih lanjut.

Ditinjau dari lokasinya, menurut Archied, penjualan yang berasal dari pengembangan proyek-proyek di Surabaya tercatat memberikan kontribusi Rp167 miliar atau sekitar 54 persen. Berikutnya berasal dari penjualan proyek-proyek di Jakarta sebesar Rp143 miliar atau 46 persen dari keseluruhan.

Jika dari segmen pengembangannya, kawasan perumahan berhasil memberikan kontribusi marketing sales paling besar yakni Rp222 miliar atau 72 persen dari keseluruhan. Disusul penjualan dari segmen pengembangan kawasan industri sebesar Rp59 miliar atau 19 persen, serta segmen pengembangan mixed-use and high rise sebesar Rp29 miliar atau 9 persen dari keseluruhan.

Archied menjelaskan bahwa penjualan dari segmen perumahan rata-rata mengalami peningkatan dalam tiga bulan pertama tahun ini. Kontribusi terbesar masih berasal dari penjualan unit-unit rumah di perumahan Graha Natura dan Graha Famili Surabaya, Serenia Hills dan South Grove di Jakarta Selatan, serta Talaga Bestari di Tangerang.

"Kami menargetkan marketing sales tahun ini sebesar Rp2 triliun dengan fokus utama berasal dari penjualan segmen perumahan dan high-rise," kata Archied.

Archied menuturkan, Intiland berharap pasar properti tahun ini akan kembali menggeliat seiring dengan stimulus dan insentif kebijakan yang diluncurkan pemerintah. Tahun ini bisa menjadi titik balik bagi pasar properti serta konsumen untuk melakukan pembelian dan investasi properti.

"Penanganan COVID-19 menjadi motor penggerak ekonomi yang ditunggu oleh pelaku usaha. Di samping itu, kami mengapresiasi stimulus properti dari pemerintah seperti insentif uang muka maupun relaksasi pajak pertambahan nilai yang cukup holistik dalam mendorong penjualan properti," kata Archied.

Perseroan menawarkan berbagai kemudahan bagi konsumen untuk melengkapi insentif kebijakan dari pemerintah tersebut. Program-program promo tersebut seperti program cicilan bertahap tanpa bunga, hingga berbagai bonus untuk pembelian proyek tertentu seperti bonus furnitur, bebas biaya servis atau iuran pengelolahan lingkungan.

Perseroan tahun ini akan lebih fokus pada penjualan inventori atau stok unit di sejumlah proyek perumahan dan apartemen. Namun demikian, Perseroan juga tetap melihat ceruk dan potensi pasar untuk peluncuran proyek-proyek baru dengan mempertimbangkan faktor risiko secara hati-hati.

"Selalu ada peluang dalam industri properti. Kuncinya ada di pengembang yang harus jeli menangkap peluang di setiap sub-sektor yang ada. Kami melihat pasar mulai bergerak dan kami percaya akan berangsur-angsur membaik," kata Archied.