Korban Tewas Akibat Serangan Israel ke Lebanon Tembus 2.846 Orang Meski Ada Gencatan Senjata
JAKARTA - Kementerian Kesehatan Lebanon pada Hari Minggu mengatakan serangan Israel dalam 24 jam terakhir telah menewaskan 51 orang, termasuk dua petugas medis.
"Israel terus melanggar hukum internasional dan norma kemanusiaan, menambah kejahatan terhadap paramedis, karena secara langsung menargetkan dua titik Otoritas Kesehatan di Qalawiya dan Tibnin, distrik Bint Jbeil, dalam dua serangan," kata melansir Al Jazeera (11/5).
Kementerian mengungkapkan, 2.846 orang tewas sejak Israel melancarkan agresi terbaru pada 2 Maret, menyusul serangan kelompok militan Hizbullah sebagai respons tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari.
Sejak saat itu, PBB mengatakan setidaknya 103 petugas medis Lebanon telah tewas dan 230 terluka dalam lebih dari 130 serangan Israel.
Serangan Israel yang terus berlanjut, meski ada gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat pada 16 April dan telah memasuki pekan ketiga, telah menyebabkan lebih dari 1,2 juta warga Lebanon mengungsi.
"Kami berada di bawah ancaman setiap detik, setiap hari," kata Ali Safiuddin, kepala Pertahanan Sipil Lebanon di Tyre di Lebanon selatan, kepada Al Jazeera.
"Kami bertanya pada diri sendiri apakah kami akan bertahan hidup atau apakah kami akan mati, kami tahu kami telah mengorbankan hidup kami dengan bekerja di sini. Kami telah kehilangan begitu banyak orang dan rasanya kami pun sudah tiada," urainya.
Sementara itu, Dr. Tahir Mohammed, ahli bedah perang dan pekerja kemanusiaan yang telah bekerja di Gaza dan Lebanon mengatakan kepada Al Jazeera, ia melihat kesamaan dalam tindakan Israel di kedua tempat tersebut.
Baca juga:
- Lancarkan Agresi di Gaza hingga Lebanon, Israel Butuh Penambahan Personel Tentara
- Militer Iran Siapkan Kejutan jika Musuh Melakukan Agresi dan Salah Perhitungan
- Iran Kirim Tanggapan Terhadap Usulan Perdamaian AS Melalui Pakistan
- Istri Wapres Selvi Ananda Buka Rangkaian Kegiatan HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana
"Kami biasa melihat rekan-rekan kami di Gaza datang melalui pintu setiap saat. Saya memiliki rekan, perawat, mahasiswa kedokteran yang terbunuh oleh senjata Israel, jadi melihat kebijakan yang sama menargetkan petugas kesehatan di Lebanon, itu konsisten," katanya.
"Jika Israel berhasil, mereka pasti akan menduduki seluruh wilayah selatan Lebanon, dan mereka akan melakukannya besok. Mereka tidak peduli dengan nyawa. Saya telah melihatnya dengan mata kepala sendiri," tambah Dr. Mohammed.
Diketahui, putaran ketiga perundingan Israel-Lebanon dengan mediasi AS rencananya akan digelar pada 14-15 Mei, setelah dua putaran perundingan tingkat duta besar yang digelar di Washington. AS akan kembali menjadi tuan rumah perundingan pekan ini.