JAKARTA -Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut sebanyak 1.001 orang tewas dan 2.584 terluka akibat serangan Israel sejak 2 Maret.
Otoritas Lebanon mengatakan korban termasuk 118 anak-anak dan 79 perempuan, sementara terdapat 365 anak-anak dan 414 perempuan di antara mereka yang terluka.
Kemenkes Lebanon mengatakan 33 orang tewas dan 152 lainnya terluka akibat serangan Israel dalam 24 jam terakhir.
Tentara Israel telah meningkatkan serangan udaranya di seluruh Lebanon sejak awal Maret di tengah serangan lintas perbatasan dengan Hizbullah, meski ada kesepakatan gencatan senjata yang telah berlaku sejak November 2024.
BACA JUGA:
Saluran berita Israel Channel 12 melaporkan pada Rabu, Tel Aviv bermaksud untuk menduduki garis depan desa-desa di Lebanon selatan untuk mencegah serangan dari daerah tersebut.
Eskalasi saat ini terjadi setelah serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran, yang telah menewaskan sekitar 1.300 orang sejak 28 Februari.
Teheran kemudian membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, serta wilayah Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.