Arab Saudi Digitalisasi Izin Haji, Jemaah Bisa Urus Dokumen dari Negara Asal
JAKARTA - Arab Saudi memperluas layanan digital haji melalui aplikasi Tawakkalna. Kini, jemaah yang masuk program Makkah Route bisa mengakses dan menunjukkan izin haji secara elektronik sebelum berangkat ke Saudi.
Mengutip Arab News, Jumat, 8 Mei, layanan ini menjadi bagian dari upaya Saudi menyederhanakan perjalanan haji melalui platform digital terpadu yang didukung Saudi Data and Artificial Intelligence Authority atau SDAIA.
Menurut Saudi Press Agency, SDAIA mengembangkan ekosistem digital untuk mendukung Inisiatif Makkah Route. Sistem itu menghubungkan lembaga pemerintah dalam satu kerangka teknis agar pemeriksaan data pribadi dan biometrik berjalan lebih cepat.
Lewat Tawakkalna, jemaah dapat melihat izin haji dan dokumen perjalanan sejak tahap awal. Tujuannya membuat perjalanan lebih lancar dari bandara keberangkatan hingga tiba di penginapan di Makkah.
Program Makkah Route berada di bawah Kementerian Dalam Negeri Saudi. Melalui program ini, jemaah dari negara tertentu dapat menyelesaikan sebagian prosedur imigrasi, bea cukai, dan kesehatan di bandara negara asal sebelum berangkat.
Baca juga:
Bagi jemaah, layanan ini penting karena proses haji sangat bergantung pada ketepatan data, dokumen, dan alur pemeriksaan. Digitalisasi diharapkan mengurangi hambatan administratif sejak awal perjalanan.
Saudi menyebut Tawakkalna kini memiliki lebih dari 1.300 layanan. Aplikasi itu terhubung dengan lebih dari 350 lembaga pemerintah dan swasta. Jumlah penggunanya lebih dari 35 juta orang, dengan lebih dari satu juta pengguna aktif harian.
Pemerintah Saudi menempatkan Tawakkalna sebagai gerbang digital bagi warga, penduduk, dan pengunjung. Di dalamnya ada layanan pemerintah, izin, dokumen identitas, hingga fitur perjalanan yang bisa diakses dari berbagai negara.
Tawakkalna juga pernah meraih penghargaan Aplikasi Pemerintah Cerdas Arab Terbaik dalam Arab Government Excellence Awards di Kairo. Penghargaan itu menyoroti perannya dalam memperbaiki layanan digital pemerintah dan pengalaman pengguna.
Saudi juga mendorong penggunaan kecerdasan buatan dalam platform tersebut. Dalam Google Cloud Saudi Summit di Riyadh pada November 2025, pengelola Tawakkalna menyebut aplikasi ini sebagai “aplikasi super” nasional berbasis AI.
Platform itu tersedia dalam berbagai bahasa. Bagi Saudi, Tawakkalna menjadi bagian dari agenda Visi 2030 untuk memodernisasi layanan publik, termasuk bagi jemaah haji dan umrah dari luar negeri.