Mahfud MD Bantah Pemerintah Lambat Antisipasi Pandemi COVID-19 dalam Sejarah Hari Ini, 22 April 2020
JAKARTA – Sejarah hari ini, enam tahun yang lalu, 22 April 2020, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD bantah pemerintah lamban tangani pandemi COVID-19. Mahfud mengungkap pemerintah sudah antisipasi virus korona masuk sedari januari 2020.
Sebelumnya, kehadiran pandemi COVID-19 membawa kehebohan di seantero Indonesia. Angka penularannya meningkat tajam dan korban jiwa bejibun. Pemerintah pun dituding tak serius antisipasi penyebaran virus korona.
Seisi dunia dibuat panik dengan hadirnya virus korona. Virus dari Wuhan itu dianggap sudah mulai menyebar ke seantero dunia. Satu demi satu negara mulai mengungkap virus korona sudah terdeteksi di negaranya sedari awal Januari 2020.
Tak sedikit pula negara yang langsung mengambil kebijakan karantina wilayah (lockdown). Kebijakan itu diambil demi memutus mata rantai penyebaran virus korona. Uniknya, tak semua negara langsung panik. Ambil contoh Indonesia.
Banyak pejabat negara yang mengungkap bahwa virus korona tak perlu ditakuti. Virus korona bahkan disamakan dengan flu biasa. Ada juga yang menganggap virus korona takkan mampu menyebar di daerah tropis macam Indonesia.
Komentar-komentar bernada meremehkan virus korona muncul dari mana-mana. Namun, semuanya bungkam kala virus korona baru terdeteksi masuk Indonesia pada Maret 2020. Kehadiran virus korona membawa kepanikan di mana-mana.
Pemerintah pun dianggap lambat mendeteksi virus korona masuk. Alhasil, penularan virus korona jadi tak terkendali. Apalagi, Indonesia dianggap telat menutup jalur penerbangan dari dan ke China.
"Kapan virus ini masuk ke Indonesia? Bukan bulan Maret ketika presiden laporkan keluarga positif. Sebenarnya penularan lokal sudah terjadi, sudah ada orang dalam pemantauan (ODP) di daerah. Sebenarnya kita berasumsi virus itu sudah beredar sejak minggu ketiga bulan Januari. Jadi ini kasus lokal, bukan penularan impor.”
“Ini kita observasi, setiap kasus yang terinfeksi bisa menularkan 2-3 orang lainnya. Itudouble timerata-rata lima hari, dari 10 jadi 20, 40, dan seterusnya. Ini yang menyebabkan pandemi sulit ditekan karena begitu dahsyatnya penularan virus korona ini," ungkap kata staf pengajar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono sebagaimana dikutip lamandetik.com, 19 April 2020.
Kritik kepada pemerintah terus mengalir. Namun, Mahfud MD muncul membela kinerja pemerintahan Jokowi pada 22 April 2020. Menkopolhukam itu menganggap pemerintah telah cepat tanggap dalam mengantisipasi masuknya virus korona ke Indonesia.
Baca juga:
- Belva Devara Mundur sebagai Staf Khusus Presiden Jokowi dalam Sejarah Hari Ini, 21 April 2020
- Ridwan Kamil Masuk Daftar 50 Pemimpin Terbaik Dunia Versi Majalah Fortune dalam Sejarah Hari Ini, 20 April 2018
- Badrodin Haiti Dilantik Jadi Kapolri dalam Sejarah Hari Ini, 17 April 2015
- Mahfud MD Klaim Indonesia Tangani COVID-19 Lebih Baik dari Amerika Serikat dalam Memori Hari Ini, 16 April 2022
Mahfud menyebut pemerintah sudah mengantisipasi masuknya virus korona sedari awal Januari. Upaya itu dilakukan dengan cara membatasi penerbangan dari dan ke Beijing, China. Ia juga menengaskan pemerintah langsung menjemput WNI yang berada di Wuhan -- pusat virus korona.
Pemerintah pun mulai menyiapkan rumah sakit khusus pasien COVID-19. Sederet hal itu dianggap Mahfud sebagai langkah antisipasi pemerintah. Sekalipun kemudian pembelaan itu tak membuat segenap rakyat Indonesia puas dengan cara pemerintah tangani COVID-19.
"Pada akhir Januari 2020 kita sudah memutuskan untuk menutup penerbangan antara Beijing dan Jakarta coba dilihat berita-berita sekitar 27, 28, 29 Januari sudah ada pengumuman pemerintah kita serius tutup penerbangan dengan Beijing, sampai Beijing melakukan protes karena Indonesia cepat sekali menutup untuk menghalangi masuknya virus itu.”
"Pada awal Februari tahun 2020 pemerintah sudah memutuskan membuat rumah sakit khusus pada waktu itu. Atau sebulan sebelum penyakit itu resmi masuk ditemukan di Indonesia kita sudah mendirikan rumah sakit khusus karena kita sungguh-sungguh," ujar Mahfud sebagaimana dikutip lamankumparan.com, 22 April 2020.