Singkirkan Como, Inter Milan ke Final Coppa Italia
JAKARTA - Como 1907 nyaris saja lolos ke final Coppa Italia. Sudah unggul 2-0, namun Como gagal mempertahankan konsistensi dan harus mengakui keunggulan Inter Milan 3-2 dalam pertandingan kedua semifinal Coppa Italia di Stadion Giuseppe Meazza, Rabu, 22 April 2026 dini hari WIB.
Como gagal menjaga perform dan kehilangan konsistensi di kompetisi Serie A Italia dan Coppa Italia. Pada dua laga terakhir di liga, Como menelan kekalahan dari Inter dan Sassuolo.
Saat kembali menghadapi Inter di Coppa Italia, Como sesungguhnya melakukan start mengesankan. Bahkan mereka mampu unggul dua gol. Hanya, Inter berhasil bangkit dan di sisi lain, Como malah mengalami penurunan. Alhasil, Inter mampu mengejar ketinggalan gol dan malah menang 3-2.
Kemenangan itu menjadikan Inter unggul agregat 3-2 karena pada semifinal pertama di kandang Como, kedua tim bermain imbang 0-0. Inter pun berpeluang meraih gelar ganda karena saat ini masih memimpin klasemen Serie A dan hampir pasti meraih Scudetto. Di final Coppa Italia, tim asuhan Cristian Chivu akan menghadapi Atalanta atau Lazio.
Meski gagal ke final, namun pencapaian Como termasuk mengesankan. Ini untuk kali pertama dalam sejarah klub bisa menembus empat besar. Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan perusahaan Indonesia, PT Jarum, yang mengakuisisi Como pada 2019.
Saat itu, Como masih berlaga di Serie C atau divisi tiga Italia. Namun mereka langsung melesat dan berhasil promosi ke Serie B dan akhirnya berkompetisi di kasta tertinggi. Tim asuhan Cesc Fabregas ini juga berpeluang tampil di kompetisi Eropa musim depan. Namun mereka gagal menorehkan rekor setelah tersingkir di Coppa Italia
Dalam duel itu, Como yang mendapat dukungan dari sekitar 4.000 suporter tampil dengan semangat tinggi. Setelah bermain imbang tanpa gol di kandang sendiri, I Lariani tetap tampil agresif.
Kedua tim secara bergantian melakukan tekanan sampai akhirnya Como berhasil memecah kebuntuan di menit 32. Gelandang Martin Baturina sukses membobol gawang Joseph Martinez yang menggantikan Yann Sommer setelah menyambut assist dari Ignace Van Der Brempt.
Gol itu membawa Como unggul 1-0. Inter berusaha tidak kehilangan fokus setelah kecolongan gol saat bermain di kandang sendiri. Hanya serangan mereka yang mengandalkan Marcus Thuram dengan Ange Bonny gagal memenuhi ekspetasi.
Mereka kesulitan menciptakan atau memanfaatkan peluang untuk mencetak gol. Skor 1-0 untuk Como bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Como menjaga tempo permainan dan tetap aktif melakukan serangan. Hasilnya, mereka tak butuh waktu lama untuk memperbesar keunggulan.
Gelandang Lucas Da Cunha sukses membobol gawang Inter saat laga baru berjalan tiga menit. Gol tercipta setelah sang kapten yang sudah membela Como saat berkompetisi di Serie B ini menuntaskan umpan matang Nico Paz.
Baca juga:
Tertinggal 2-0, Inter terlihat sudah kesulitan mengejar defisit gol. Serangan mereka lebih sering menemui kebuntuan sampai akhirnya Hakan Calhanoglu menerbitkan harapan dengan membobol gawang Como. Tendangan keras kapten timnas Turki ini dari luar kotak penalti saat menerima umpan dari Petar Sucic gagal diselamatkan kiper Jean Butez.
Gol yang tercipta di menit 69 ini mengubah skor menjadi 2-1. Pemain Inter pun terpacu adrenalin dan mereka berusaha bangkit. Upaya tuan rumah ternyata tidak sia-sia. Calhanoglu kembali membobol gawang Como di menit 86. Lagi-lagi, assist dari Sucic yang menjadikan Calhanoglu mencetak brace sekaligus menjadikan skor imbang 2-2.
Gol itu menjadikan Inter kian percaya diri. Hasilnya, hanya berselang tiga menit giliran Sucic yang mencetak gol. Kali ini Calhanoglu yang memberi assist yang menjadikan Sucic mencetak gol penentu kemenangan Inter.
Skor berubah 3-2 untuk Inter. Tidak ada tambahan gol dari kedua tim dan skor itu bertahan hingga laga usai. Inter pun memburu trofi itu untuk kali ke-10 sekaligus membidik double winners.