JAKARTA – Hyundai Motor Company Australia resmi mengumumkan penarikan kembali (recall) terhadap 4.888 unit kendaraan listrik mereka. Di mana, terdiri dari Kona produksi 2018–2023 dan Ioniq keluaran 2018–2022.
Langkah ini diambil karena potensi gangguan pada perangkat lunak di Sistem Manajemen Baterai atau Battery Management System (BMS). Dari total unit terdampak, sebanyak 3.478 merupakan Kona EV, seperti dilansir Drive, Senin, 20 April.
Sementara 1.402 unit lainnya adalah Ioniq EV, dan kedua model tersebut diketahui berisiko mengalami masalah serius jika tidak segera ditangani.
"Masalah perangkat lunak pada Sistem Manajemen Baterai (BMS) Hyundai Kona dan Ioniq dapat menyebabkan korsleting listrik saat pengisian daya atau parkir, yang mengakibatkan kebakaran kendaraan," bunyi pernyataan dalama dokumen tersebut.
"Kebakaran kendaraan dapat meningkatkan risiko cedera atau kematian bagi penumpang kendaraan, pengguna jalan lain, dan orang yang berada di sekitar lokasi kejadian, dan/atau kerusakan properti," lanjutnya.
BACA JUGA:
Recall ini diumumkan pada 9 April 2026 dengan rincian mencakup model Kona EV dan Ioniq EV dari tahun produksi masing-masing. Pihak Hyundai memastikan seluruh pemilik kendaraan yang terdampak akan dihubungi secara langsung melalui surat resmi.
Sebagai langkah penanganan, konsumen diminta segera menjadwalkan kunjungan ke dealer resmi. Nantinya, baterai kendaraan akan diperiksa untuk pembaruan perangkat lunak atau, bila diperlukan, dilakukan perbaikan pada sel baterai tanpa dipungut biaya.
Untuk informasi lebih lanjut, pemilik kendaraan dapat menghubungi layanan pelanggan Hyundai. Atau bisa juga mengecek status kendaraan melalui nomor VIN di laman resmi bagian penarikan kembali keselamatan.