Bagikan:

JAKARTA - Como 1907 membuang peluang mengalahkan Inter Milan pada laga pertama semifinal Coppa Italia yang digelar di kandang sendiri di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como, Rabu, 4 Maret 2026 dini hari WIB.

Como menuai prestasi mengesankan di Coppa Italia musim ini. Untuk kali pertama selama 40 tahun, Como berhasil menembus semifinal Coppa Italia. Hanya saja di semifinal, klub yang dimiliki Djarum Group, perusahaan papan atas Indonesia, sudah harus bertemu Inter.

Ya, Inter yang saat ini menguasai takhta klasemen Serie A Italia dan menjadi favorit kuat memenangi trofi itu. Namun Como tak ingin kehilangan peluang mencetak sejarah untuk kali pertama mengangkat Coppa Italia. Apalagi, I Biancoblu atau Si Biru-Putih ini juga menunjukkan grafik yang kian menanjak di kompetisi domestik.

Pada empat laga terakhir di liga, Como tak terkalahkan. Termasuk menghajar Juventus 2-0 dan bermain imbang 1-1 melawan AC Milan. Konsistensi performa mereka di Serie A menjadikan Como bisa menduduki peringkat lima dan memanaskan persaingan memperebutkan tiket ke Liga Champions.

Penampilan menawan di kompetisi menjadi modal berharga tim asuhan Cesc Fabregas saat menjamu Inter di semifinal pertama. Peluang menang sesungguhnya cukup terbuka. Apalagi, Inter tak bisa menurunkan skuad terbaik.

Pelatih Cristian Chivu kehilangan para pemain depan, Lautaro Martinez, Ange-Yoan Bonny dan Marcus Thuram. Mereka tidak fit untuk diturunkan sehingga striker muda Francisco Pio Esposito yang menjadi andalan di lini depan. Kiper Yann Sommer juga tak dimainkan dan Josep Martinez yang berdiri di bawah mistar.

Como sendiri mampu menciptakan sejumlah peluang di pertandingan itu. Namun serangan mereka tak kunjung membuahkan hasil. Peluang bagus diperoleh gelandang Mergim Vojvoda yang memanfaatkan kesalahan bek Yann Bisseck. Hanya saja sepakan Vojvoda bisa diblok Carlos Augusto.

Selanjutnya dia kembali mendapat peluang yang kemudian digagalkan Martinez. Namun Vojvoda sesungguhnya dalam posisi offside sebelum melepaskan tendangan.

Pemain asal Kosovo yang sebelumnya bermain di Torino ini kembali mendapat peluang. Sekali lagi, sepakan dia masih melebar sehingga gagal membuahkan gol.

Di babak kedua, Inter lebih aktif melakukan tekanan. Peluang bagus diperoleh gelandang Matteo Darmian tetapi upaya dia masih tak membuahkan hasil.

Como sendiri kembali mendapat kesempatan mencetak gol. Kali ini bek Alex Valle yang nyaris saja membobol gawang Inter saat menerima umpan silang dari Ivan Smolcic. Namun peluang itu gagal dikonversi menjadi gol. Skor akhir tetap tanpa gol.

Hasil yang mengecewakan bagi Fabregas. Menurut dia Como seharusnya bisa mencetak satu gol yang memenangkan pertandingan. “Itulah hasil akhir pertandingan ini. Saya menilai kami sesungguhnya pantas mencetak gol atau nyaris saja membuat satu gol,” kata Fabregas seperti dikutip Football Italia.

“Ini seperti permainan catur karena menyajikan pertandingan taktikal. Kami menghadapi tim yang begitu mendominasi di Serie A. Tetapi kami bermain seperti yang saya harapkan. Kami bermain solid dan menciptakan dua atau tiga peluang. Kami sungguh tak percaya bila Valle gagal mencetak gol. Tetapi itu yang terjadi,” ucapnya.

Peluang Como dan Inter akan ditentukan di laga kedua yang digelar di kandang I Nerazzurri di Giuseppe Meazza, 22 April 2026. Tim yang lolos ke final akan menghadapi Lazio atau Atalanta.