Kepala IAEA Peringatkan Serangan di Dekat PLTN Iran Berbahaya dan Harus Dihentikan

JAKARTA - Kepala badan pengawas nuklir PBB pada Hari Senin memperingatkan, serangan di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr di Iran "menimbulkan bahaya nyata bagi keselamatan nuklir dan harus dihentikan."

Fasilitas tersebut, yang terletak di selatan Iran dan dilengkapi dengan reaktor 1.000 megawatt, telah menjadi sasaran empat kali sejak perang AS-Israel di Iran dimulai.

Serangan terbaru terhadap fasilitas tersebut dilaporkan oleh media Pemerintah Iran pada Hari Sabtu.

Serangan di dekat pembangkit yang beroperasi "dapat menyebabkan kecelakaan radiologis yang parah dengan konsekuensi berbahaya bagi manusia dan lingkungan di Iran dan sekitarnya," cuit Direktur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi di media sosial X, seperti melansir Al Arabiya dari AFP (6/4).

IAEA menganalisis citra satelit dari lokasi tersebut, mengkonfirmasi dampak serangan terbaru, yang tidak merusak pembangkit listrik.

Grossi juga mengungkapkan, salah satu serangan mengenai hanya 75 meter (246 kaki) dari perimeter pembangkit.

"Fasilitas nuklir dan daerah sekitarnya tidak boleh pernah diserang," tegas Grossi.

Diketahui, PLTN Bushehr, yang dibangun dengan bantuan Rusia, adalah satu-satunya reaktor tenaga nuklir Iran yang beroperasi, menurut IAEA.

Media Pemerintah Rusia melaporkan bahwa 198 pekerja di pembangkit tersebut dievakuasi tepat setelah pemogokan terbaru, dengan sekitar 100 staf Rusia tetap berada di lokasi tersebut.