Redefinisi Mobilitas Nasional: A Salvo Desak Reformasi Pajak 4x4 dan Kebangkitan Industri Lokal
JAKARTA - Di tengah ambisi pemerintah memperkuat infrastruktur dan ekonomi daerah, sebuah tantangan besar muncul dari sektor otomotif. Robby Ferliansyah, Sekretaris Jenderal A Salvo Indonesia sekaligus pemerhati otomotif nasional, menegaskan bahwa kunci pemerataan ekonomi di daerah bukan terletak pada mobil penumpang biasa, melainkan pada ketangguhan kendaraan penggerak empat roda (4x4).
Dalam sebuah kesempatan eksklusif, Robby membedah urgensi perubahan paradigma dalam penggunaan APBN untuk pengadaan kendaraan dinas maupun niaga.
Salah satu poin krusial yang disorot adalah ketimpangan skema pajak. Saat ini, kendaraan 4x4 di Indonesia masih dianggap sebagai barang mewah dengan label harga yang jauh melampaui varian 4x2.
"Kondisi jalan di daerah itu variatif, mulai dari aspal mulus, gravel, hingga tanah perbukitan. Mobil 4x2 seringkali tidak memadai. Kita perlu berkaca pada Thailand, di mana kendaraan 4x4 sangat laris untuk kebutuhan niaga karena harganya masuk akal," ujar Robby, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 27 Februari.
A Salvo mendorong pemerintah untuk mengkaji ulang pajak kendaraan 4x4. Tujuannya jelas: menurunkan ambang harga agar masyarakat di pelosok mampu menjangkau kendaraan yang benar-benar mereka butuhkan untuk memutar roda ekonomi.
Menjawab keraguan mengenai kapasitas produksi, Robby menunjuk pada fakta industri yang sering terabaikan. Pabrik Daihatsu di Sunter, misalnya, telah lama memproduksi unit yang mendunia.
Gran Max / Toyota Town Ace: Kendaraan ini diproduksi di Indonesia dan diekspor ke Jepang dengan sistem penggerak 4x4.
Keunggulan: Sparepart melimpah, mesin bandel, dan sudah sangat dikenal masyarakat.
Kapasitas: Industri dalam negeri diyakini mampu memenuhi kuota hingga 440.000 unit kendaraan 4x4 jika regulasi mendukung.
Baca juga:
Lebih jauh lagi, A Salvo memberikan opsi radikal namun strategis terkait penggunaan APBN. Daripada dana negara mengalir untuk impor, Robby menyarankan pemerintah "memaksa" produsen lokal untuk memproduksi massal unit 4x4 di dalam negeri, atau bahkan membangkitkan kembali legenda yang sempat hilang.
"Ini momentum untuk mengembalikan kejayaan Texmaco dengan Truk PERKASA-nya. Kita pernah punya kendaraan yang sangat tangguh dan kuat di zamannya. Mengapa tidak kita hidupkan kembali?" tegasnya.