Posisi Tidur Bisa Picu Kerutan Wajah, Ini Penjelasan Dokter

JAKARTA - Tak sedikit orang fokus merawat kulit dengan krim mahal dan treatment rutin, tapi lupa satu kebiasaan sederhana yang ternyata punya dampak besar yaitu posisi tidur.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalamAesthetic Surgery Journal mengungkap posisi tidur miring dan tengkurap dapat menyebabkan perubahan bentuk wajah serta memicu kerutan yang makin lama sulit dihilangkan.

Menurut penelitian tersebut, tekanan yang terjadi saat wajah menempel pada bantal selama berjam-jam bisa menimbulkan gaya tekan, tarikan, dan gesekan pada kulit.

Jika terjadi terus-menerus setiap malam selama bertahun-tahun, efeknya bukan cuma garis halus sementara, tapi bisa berkembang menjadi kerutan permanen.

“Kerutan tidur terbentuk karena wajah terus mengalami distorsi saat tertekan permukaan bantal. Seiring waktu, kerutan ini makin jelas karena kulit menipis dan elastisitasnya berkurang akibat penuaan,” jelas Dr. Goesel Anson, penulis utama studi tersebut, dikutip dari laman The Aesthetic Society.

Selama ini kita mengenal kerutan akibat ekspresi wajah. misalnya garis senyum atau kerutan di dahi karena sering mengernyit. Namunkerutan akibat posisi tidur berbeda penyebabnya.

Kerutan ini muncul bukan karena gerakan otot, melainkan karena tekanan mekanis yang berulang. Kerutan tidur sering muncul di area dahi, pipi dan sekitar bibir. Menariknya, arah kerutan ini biasanya berbeda dari garis ekspresi alami wajah, bahkan sering kali melintang atau tegak lurus dari garis ekspresi. Hal yang bikin kurang menyenangkan, kerutan jenis initidak mudah diatasi dengan Botox.

“Neurotoksin seperti Botox bekerja dengan mengendurkan otot, sedangkan kerutan tidur bukan disebabkan oleh kontraksi otot. Jadi efeknya sangat terbatas untuk jenis kerutan ini,” tambah Dr. Anson.

Penelitian juga menemukan fakta menarik soal kebiasaan kita saat tidur. Walaupun kita memilih posisi awal secara sadar, sepanjang malam tubuh akan berganti posisi tanpa disadari.

Rata-rata orang berubah posisi sekitar20 kali per malam. Namun, jumlah ini menurun seiring bertambahnya usia dari sekitar27 kali per malam saat mudamenjadi hanya16 kalipada usia yang lebih tua. Artinya tekanan pada satu sisi wajah bisa berlangsung lebih lama, memberi waktu lebih banyak bagi kerutan untuk terbentuk.

Dari berbagai studi tidur, diketahui sekitar65% orang tidur miring, 30% tidur telentang, dan hanya5% tidur tengkurap. Padahal posisi yang paling aman untuk kulit wajah justrutelentang, karena meminimalkan tekanan langsung pada wajah.

Dokter menyarankan untuk mencoba tidur telentang guna mengurangi distorsi pada wajah. Kini juga tersedia bantal khusus yang dirancang membantu menjaga posisi kepala dan wajah agar tidak terlalu tertekan.

“Jika bisa mempertahankan posisi telentang saat tidur, itu yang paling ideal untuk meminimalkan kerutan tidur,” kata Dr. Anson.

Namun mengubah kebiasaan tidur bukan hal mudah. Karena itu, perawatan lain tetap penting untuk membantu menjaga kualitas kulit, seperti rutin memakai tabir surya, berhenti merokok, menjaga pola makan bergizi, dan menggunakan perawatan kulit yang tepat.

Beberapa perawatan estetika noninvasif yang merangsang produksi kolagen juga dinilai bisa membantu menyamarkan kerutan tidur, meski tidak menghilangkannya sepenuhnya.