Heboh Wabah Nipah di India, WHO Buka Suara Mengenai Dugaan Sumber Penularan

JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai risiko penyebaran lebih lanjut virus Nipah dari kasus yang terjadi di India tergolong rendah. Hingga saat ini juga belum ada bukti adanya peningkatan penularan antar manusia.

Hal tersebut disampaikan WHO dalam tanggapan eksklusif melalui email kepadaGlobal Timespada Selasa, 27 Januari 2026, menyusul wabah terbaru virus Nipah di negara bagian Benggala Barat, India yang menyebabkan lima orang terinfeksi dan hampir 100 orang menjalani karantina.

Seorang pejabat WHO menyatakan India memiliki kapasitas untuk mengendalikan wabah semacam ini, sebagaimana yang telah ditunjukkan pada kejadian-kejadian sebelumnya.

Saat ini, langkah-langkah respons kesehatan masyarakat yang direkomendasikan sedang dijalankan secara bersama oleh tim kesehatan nasional dan pemerintah negara bagian.

Meski demikian, WHO mengakui sumber pasti infeksi dalam wabah kali ini masih belum sepenuhnya dipahami.

"Paparan lebih lanjut terhadap virus Nipah masih mungkin terjadi, mengingat kelelawar yang menjadi reservoir alami virus ini ditemukan di beberapa wilayah India dan Bangladesh, termasuk Benggala Barat. Kesadaran masyarakat terhadap faktor risiko, seperti konsumsi nira kurma mentah, perlu ditingkatkan,” ujar pejabat tersebut, dikutip dari laman Global Times.

Menurut WHO, ini merupakan wabah Nipah ketujuh yang terdokumentasi di India, dan yang ketiga di Benggala Barat sejak tahun 2001. Di Benggala Barat, wabah sebelumnya tercatat terjadi di Distrik Siliguri pada 2001 dan Distrik Nadia pada 2007, keduanya berbatasan dengan Bangladesh. Negara tersebut hampir setiap tahun melaporkan wabah Nipah. Wabah lainnya di India terjadi di negara bagian Kerala, wilayah selatan, menurut data WHO.

Sementara itu, Administrasi Nasional Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Chinamenyatakan sejauh ini belum ditemukan kasus penyakit akibat virus Nipah di China. Mereka juga menegaskan wabah yang sedang berlangsung di India terutama terjadi di Benggala Barat yang tidak berbatasan darat dengan China.

“Berdasarkan penilaian menyeluruh, dampak wabah virus Nipah di India terhadap China relatif kecil.” kata pihak administrasi tersebut.

Namun demikian, mereka mengingatkan tetap ada risiko impor kasus dari luar negeri sehingga langkah-langkah pencegahan perlu diperkuat.

Sejak munculnya wabah di India, otoritas pengendalian penyakit China disebut telah bergerak cepat dengan memantau perkembangan situasi di luar negeri secara ketat dan melakukan penilaian risiko secara berkala.

Selain itu, pelatihan bagi tenaga medis dan petugas pengendalian penyakit juga telah ditingkatkan, bersamaan dengan penguatan sistem surveilans dan pengujian. Kapasitas respons dan penanganan, khususnya di wilayah perbatasan juga diperkuat untuk mengantisipasi potensi risiko.

Sejumlah bandara di Asia, termasuk di Hong Kong, Taiwan, Thailand, dan Nepal dilaporkan turut memperketat pengawasan kesehatan dan pemeriksaan penumpang menyusul wabah virus Nipah terbaru di India.