Cak Imin Sebut Ketimpangan Masih Lebar: 1 Persen Orang Kuasai Hampir 50 Persen Kekayaan RI
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menegaskan, ketimpangan ekonomi di Indonesia masih berada pada level yang mengkhawatirkan. Sebab, distribusi kekayaan nasional masih dikuasai kelompok kecil.
“Kita juga menyaksikan angka gini rasio terus turun saat ini 0,38. Tetapi di saat yang sama kita juga mendapati bahwa 1 persen orang terkaya di negeri menguasai hampir 50 persen total kekayaan nasional kita,” kata Cak Imin dalam acara Seminar Nasional Proyeksi Ekonomi 2026 secara virtual, Kamis, 20 November.
Cak Imin sapaan akrabnya bilang membaiknya indikator makro tidak otomatis menggambarkan kondisi masyarakat di lapangan. Sebab, ekonomi mikro berada pada kondisi stagnan.
Kata dia, kondisi ini menunjukkan meskipun ekonomi Indonesia tumbuh 5,04 persen tetapi tidak dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Makro tumbuh, mikro bertahan, pdb naik tetapi pendapatan keluarga rapuh ekonomi berkembang tetapi aksesnya tidak selalu merata. Ini yang saya sebut sebagai kemacetan struktural,” tuturnya.
“Ekonomi tidak menetes dari atas ke bawah ia bertahan di kantong-kantong sebagian orang, sementara sebagian lain yang tetap hidup dengan kantong yang kosong,” sambungnya.
Baca juga:
Cak Imin juga menyoroti pendekatan penanggulangan kemiskinan yang selama ini dijalankan.
Kata dia, negara hadir hanya untuk memberikan perlindungan dasar tanpa menggerakkan pemberdayaan jangka panjang.
“Negara hanya bertindak sebagai penyedia perlindungan sosial dasar tetapi tidak menuntun pemberdayaan. Atas dasar itulah Presiden Prabowo Subianto berulang kali menegaskan kita perlu memperbaiki desain ekonomi nasional menjadi pertumbuhan dari desa dan dari bawah,” ujarnya.