Bitcoin Anjlok ke Rp1,59 Miliar, Sentimen Pasar Masuk Zona Ketakutan Ekstrem
JAKARTA - Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin (BTC) turun ke level 95.400 dolar AS (Rp1,59 miliar), menunjukkan perubahan yang nyaris tidak bergerak dengan penurunan 0,55% dalam 24 jam terakhir.
Financial Expert Ajaib, Panji Yudha, mengatakan bahwa harga merupakan level terendah sejak steep decline April 2026. BTC telah turun 9% dalam lima hari terakhir, menyentuh titik terendah tujuh bulan di 93.043 dolar AS (Rp1,55 miliar).
“Sentimen pasar telah jatuh ke zona ‘Extreme Fear’ (Ketakutan Ekstrem), dengan Fear & Greed Index anjlok ke level 10. Skor ini merupakan level terendah sejak akhir Februari,” kata Panji. Ia menjelaskan bahwa tren penurunan Bitcoin terjadi karena tekanan jual dari investor institusi.
Pasar dikejutkan oleh penjualan Bitcoin klien BlackRock senilai 463,1 juta dolar AS. Aksi jual ini menandai selloff Bitcoin harian terbesar yang pernah dicatat oleh manajer aset terbesar di dunia itu.
Penjualan besar-besaran oleh investor besar inilah yang kemudian memicu arus keluar dana (outflow) dari pasar kripto dan ETF, sehingga mendorong harga semakin anjlok.
Menurutnya, ketika institusi menarik uang dalam jumlah besar, pasar memandangnya sebagai tanda bahwa kepercayaan sedang turun, dan itu memperburuk sentimen.
Baca juga:
- OpenAI Uji Coba Fitur Obrolan Grup ChatGPT yang Didukung GPT-5.1
- Visa Dorong Transaksi Otomatis dengan Agen AI Lewat Perluasan Intelligent Commerce
- Bitcoin Anjlok ke Rp1,63 Miliar Pasca Shutdown Terpanjang dalam Sejarah AS
- 500 Ribu Aktivasi SIM Card Baru Tiap Hari, Komdigi Siapkan Permen Cegah Penyalahgunaan Identitas
Tidak hanya itu, Panji menambahkan, tekanan semakin kuat karena pasar mulai meragukan kemungkinan The Fed menurunkan suku bunga pada Desember 2025.
“CME’s FedWatch tool kini menempatkan peluang pemotongan suku bunga 25 basis point (25 bps) hanya di dekat 50%,” pungkasnya.