JAKARTA - Visa mengumumkan perluasan Visa Intelligent Commerce di kawasan Asia Pasifik, untuk mempercepat transisi pada wilayah Asia Pasifik menuju era baru perdagangan berbasis agen AI.
Ekspansi ini memperkuat strategi Visa dalam agentic commerce dengan memperkenalkan protokol keamanan baru dan program uji coba yang siap dikembangkan dari kemitraan dan inisiatif sebelumnya.
Visa Intelligent Commerce adalah rangkaian lengkap API terintegrasi dan program mitra yang memanfaatkan infrastruktur aman milik Visa, yang memungkinkan pembayaran yang aman, transparan, dan berbasis persetujuan oleh agen AI atas nama konsumen.
Dengan fitur seperti tokenisasi, autentikasi, instruksi pembayaran, dan sinyal transaksi, agen AI dapat beroperasi secara transparan dan aman, sehingga bisa memberikan kepercayaan penuh kepada konsumen dalam berinteraksi dengan sistem perdagangan berbasis AI..
Dalam waktu dekat, agen AI yang terintegrasi dalam platform yang sudah dikenal akan dapat bertransaksi menggunakan 4,8 miliar kredensial Visa di jutaan merchant di seluruh dunia.
BACA JUGA:
Artinya, konsumen cukup memberi instruksi kepada agen AI mereka untuk memesan tiket perjalanan atau bioskop, dan seluruh transaksi akan dilakukan secara aman.
“Dengan Visa Intelligent Commerce dan pilar utamanya, Trusted Agent Protocol, Visa menghubungkan konsumen, agen AI, dan pedagang melalui solusi yang aman dan dapat diskalakan,” ujar T.R. Ramachandran, Head of Product and Solutions, Asia Pasifik, Visa .
Ke depan, Visa berencana meluncurkan uji coba Visa Intelligent Commerce di berbagai negara Asia Pasifik seiring kesiapan regulasi dan ekosistem, yang ditargetkan mulai awal 2026.