Sama-Sama Timbulkan Bercak di Kulit Wajah, Ini 4 Perbedaan Melasma dan Flek Hitam

YOGYAKARTA – Perbedaan melasma dan flek hitam cukup sulit dikenali lantaran keduanya sama-sama menghasilkan bercak atau noda hitam di wajah. Meski terlihat sama, kedua kondisi ini memiliki metode penanganan yang berbeda. Mengetahui perbedaan di antara keduanya akan memudahkan Anda untuk melakukan perawatan yang tepat dan efektif.

Perbedaan Melasma dan Flek Hitam

Sedianya, melasma dan flek hitam sama-sama termasuk dalam kondisi hiperpigmentasi kulit. Istilah ini merujuk pada bercak-bercak kulit yang tampak lebih gelap dibandingkan area sekitarnya, dikutip dari laman London Dermatology Centre.

Penggelapan ini terjadi ketika melanin — pigmen yang bertanggung jawab atas warna kulit, rambut, dan mata — diproduksi secara berlebihan dan terdistribusi tidak merata di kulit.

Karena sama-sama menimbulkan noda hitam di kulit wajah, banyak di antara kita yang menyamakan melasma dengan flek hitam. Padahal, keduanya memiliki karakteristik dan penanganan yang berbeda.

Nah, berikut ini adalah perbedaan melasma dan flek hitam yang perlu Anda ketahui:

  1. Bentuk

Melasma biasanya muncul sebagai bercak berwarna cokelat keabu-abuan atau cokelat tua yang cukup besar dengan tepi tidak tegas. Bercak ini sering muncul secara simetris di kedua sisi wajah seperti pipi, dahi, hidung, dan atas bibir. Area yang terkena melasma cenderung menyatu dan tampak lebih luas, sehingga sulit ditutupi sepenuhnya dengan riasan.

Sementara flek hitam muncul dalam bentuk bintik-bintik kecil berwarna cokelat muda hingga kehitaman. Bentuknya bulat, memiliki tepi yang jelas, dan biasanya terpisah satu sama lain. Karena ukurannya kecil, flek hitam sering terlihat seperti titik-titik di permukaan kulit.

  1. Lokasi

Melasma paling sering muncul di area wajah yang sering terpapar sinar matahari, seperti pipi, dahi, hidung, dan bibir atas. Dalam beberapa kasus, bercak juga dapat timbul di leher atau lengan. Ciri khas melasma adalah pola simetris pada kedua sisi wajah.

Sedangkan flek hitam umumnya ditemukan di area tubuh yang sering terkena sinar matahari dalam waktu lama, seperti wajah, punggung tangan, lengan, dan bahu. Kondisi ini banyak dialami oleh orang yang sering beraktivitas di luar ruangan tanpa perlindungan tabir surya, terutama pada usia lanjut.

  1. Penyebab

Melasma sering kali dipicu oleh perubahan hormon, misalnya saat kehamilan (kloasma), penggunaan pil KB, atau terapi hormon. Faktor genetik dan paparan sinar matahari juga berperan besar dalam memperparah kondisi ini.

Hal ini berbeda dengan flek hitam yang disebabkan oleh penuaan kulit dan paparan sinar UV yang berlebihan. Selain itu, bekas jerawat, luka, peradangan kulit, atau penggunaan krim pemutih yang tidak sesuai juga bisa menimbulkan munculnya noda hitam di wajah.

  1. Metode perawatan

Meskipun tampak mirip, perawatan melasma dan flek hitam tidak selalu sama. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi melasma:

  • Gunakan tabir surya dengan SPF minimal 30 setiap hari.
  • Hindari paparan sinar matahari langsung, terutama pada siang hari.
  • Gunakan krim dokter yang mengandung hidrokuinon, tretinoin, atau asam azelaic.
  • Pertimbangkan perawatan tambahan seperti peeling atau laser di bawah pengawasan dokter.

Sementara perawatan kulit yang dapat Anda lakukan untuk menghilangkan flek hitam, yakni:

  • Gunakan skincare yang mengandung vitamin C, niacinamide, atau retinol untuk membantu memudarkan noda.
  • Lakukan perawatan profesional seperti mikrodermabrasi, chemical peeling, atau laser.
  • Gunakan tabir surya setiap hari untuk mencegah flek baru.
  • Hindari memencet jerawat agar tidak menimbulkan bekas noda.
  • Dukung dengan gaya hidup sehat untuk mempercepat regenerasi kulit.

Demikian informasi tentang perbedaan melasma dan flek hitam. Dapatkan update berita pilihan lainnya hanya di VOI.ID.