Serangan Drone Sasar Ladang Minyak Tawke Kurdistan Irak

JAKARTA - Serangan pesawat nirawak (drone) menargetkan ladang minyak yang dioperasikan oleh perusahaan minyak dan gas Norwegia, DNO, di Tawke, wilayah Administrasi Zakho, Irak utara, pada Kamis.

Serangan ini merupakan yang kedua di ladang yang dioperasikan DNO tersebut sejak gelombang serangan pesawat nirawak dimulai awal pekan ini.

Dilansir Reuters, Kamis, 17 Juli, DNO, yang mengoperasikan ladang minyak Tawke dan Peshkabour di daerah Zakho yang berbatasan dengan Turki, menghentikan sementara produksi di ladang tersebut menyusul ledakan yang tidak menimbulkan korban luka, kata dinas kontraterorisme.

Serangan pesawat nirawak minggu ini telah mengurangi produksi minyak dari ladang-ladang minyak di wilayah semi-otonom Kurdistan Irak antara 140.000 hingga 150.000 barel per hari, kata dua pejabat energi pada hari Rabu, karena kerusakan infrastruktur memaksa beberapa penutupan.

Ladang minyak Ain Sifni, yang dioperasikan oleh Hunt Oil yang berbasis di AS, diserang pada hari Rabu di wilayah Dohuk di Irak utara.

Hunt Oil mengatakan tidak ada anggota timnya yang terluka dan fasilitasnya ditutup sementara mereka menilai kerusakan.

Sejauh ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab. Namun, sumber keamanan Kurdistan Irak mengatakan penyelidikan awal menunjukkan pesawat nirawak tersebut berasal dari wilayah yang dikuasai milisi yang didukung Iran.