Trump yang Bersikeras Hentikan Pendanaan WHO di Tengah Pandemi COVID-19

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, mengejutkan para pemimpin negara dan pakar kesehatan. Ia mengumumkan bahwa akan menghentikan pendanaan untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), di tengah pandemi global COVID-19. 

Dikutip dari Reuters, Trump melontarkan ancaman untuk menghentikan pendanaan untuk WHO. Ia beralasan bahwa WHO tidak responsif selama menyelidiki dan menangani kasus COVID-19, sejak pertama kali muncul di Wuhan, China. Trump juga menuduh bahwa WHO terlalu China-sentris dalam penanganan pandemi virus corona. 

"Seandainya WHO melakukan tugasnya untuk membawa para ahli medis ke China untuk menilai secara objektif situasi di lapangan dan untuk menyampaikan kurangnya transparansi China, wabah itu bisa saja tertahan di sumbernya dengan kematian yang sangat sedikit," kata Trump.

Hal senada juga diungkapkan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Ia bahkan lebih blak-blakan lagi, dengan mengklaim bahwa WHO menolak untuk segera menyebut COVID-19 sebagai pandemi karena ada desakan dari Partai Komunis China yang tidak ingin hal itu terjadi.

Di sisi lain, WHO telah menanggapi tuduhan tersebut dengan mendesak negara-negara tidak mempolitisasi pandemi COVID-19. Direktur Jenderal (Dirjen) WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pun menyesali keputusan Presiden AS untuk menarik dana bagi organisasi tersebut karena saat ini dunia harus bersatu dalam perjuangannya melawan COVID-19. 

"Jika Anda tidak ingin melihat lebih banyak kantong mayat, maka Anda jangan mempolitisasinya. Pesan singkat saya adalah: Mohon hentikan politisasi COVID-19. Persatuan negara Anda akan sangat penting untuk mengalahkan virus berbahaya ini," kata Ghebreyesus.

Sejatinya AS menyumbang lebih dari 400 juta dolar AS kepada WHO pada 2019, atau sekitar 15 persen dari anggaran WHO. Seorang pejabat senior administrasi mengatakan AS akan menghentikan pendanaan senilai 58 juta dolar AS yang seharusnya dibayarkan untuk 2020. 

Selain itu, AS juga secara rutin juga menyediakan beberapa ratus juta dolar per tahun dalam pendanaan sukarela yang terkait dengan program WHO tertentu. Kemungkinan dana tersebut juga dialokasikan untuk hal lain. 

"Uang itu akan digunakan bersama mitra lain," kata pejabat senior administrasi Trump.

WHO telah meminta lebih dari 1 miliar dolar AS khusus untuk mendanai operasi melawan COVID-19 yang mencapai 2 juta kasus yang dikonfirmasi, termasuk lebih dari 131.000 

Negara lain berikutnya yang memiliki kontribusi terbesar dalam pendanaan WHO adalah Inggris, yang membayar iuran dan sumbangan sebesar 434,8 juta dolar AS, diikuti oleh Jerman dan Jepang. Sedangkan China menyumbang hampir 86 juta dolar AS.

Penyumbang terbesar berikutnya selain negara adalah sebuah yayasan, yaitu Bill and Melinda Gates Foundation, yang merupakan organisasi swasta di AS. Pemilik yayasan tersebut, Bill Gates, juga ikut berkomentar atas keputusan Trump untuk menghentikan pendanaan terhadap WHO. 

"Pekerjaan mereka untuk memperlambat penyebaran COVID-19 dan jika pekerjaan itu dihentikan tidak ada organisasi lain yang bisa menggantikannya. Dunia membutuhkan @WHO sekarang lebih dari sebelumnya," kata pendiri Microsoft itu dalam sebuah tweet.

Pada Januari, tepatnya ketika wabah COVID-19 mulai meluas, Bill and Melinda Gates Foundation menjanjikan akan menyediakan dana hingga 100 juta dolar AS untuk membantu mengatasi wabah tersebut.

Dana itu, kata yayasan itu, akan digunakan untuk membantu menemukan vaksin, membatasi penyebarannya, dan meningkatkan deteksi dan perawatan. Sekitar 20 juta dolar AS disumbangkan untuk beberapa organisasi kesehatan termasuk Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS dan WHO.