10 Orang Tewas dalam Serangan Udara ke Penampungan di Gaza, Israel Klaim Targetkan Militan
JAKARTA - Serangan udara Israel ke sekolah yang menampung keluarga-keluarga terlantar di Jalur Gaza, Palestina menewaskan 10 orang pada Hari Rabu, dengan Israel mengatakan itu menargetkan militan yang beroperasi dari dalam kompleks tersebut.
Para dokter mengatakan, serangan udara terhadap Sekolah Yaffa di daerah Tuffah, Kota Gaza membakar tenda-tenda dan ruang kelas.
Militer Israel mengatakan, Hamas dan kelompok sekutunya Jihad Islam beroperasi di dalam sekolah tersebut, sehingga mereka mengambil tindakan pencegahan untuk mengurangi bahaya bagi warga sipil sebelum menyerang di sana.
Beberapa perabotan masih terbakar beberapa jam setelah serangan itu, saat orang-orang mencari barang-barang mereka di ruang kelas yang menghitam dan halaman sekolah.
"Kami sedang tidur dan tiba-tiba ada yang meledak, kami mulai mencari dan menemukan seluruh sekolah terbakar, tenda-tenda di sana-sini terbakar, semuanya terbakar," kata saksi mata Um Mohammed al-Hwaiti melansir Reuters 24 April.
"Orang-orang berteriak dan orang-orang membawa orang-orang, (orang-orang) yang hangus, anak-anak yang hangus, dan berjalan sambil berkata: 'Ya Tuhan, ya Tuhan, kami tidak punya siapa-siapa selain Engkau.' Apa yang bisa kami katakan? Ya Tuhan, hanya Engkau," katanya.
Sejak gencatan senjata Januari berakhir pada tanggal 18 Maret, serangan Israel telah menewaskan lebih dari 1.600 warga Palestina, banyak dari mereka adalah warga sipil, menurut otoritas kesehatan Gaza, dan ratusan ribu orang telah mengungsi saat Israel merebut apa yang disebutnya sebagai zona penyangga wilayah Gaza.
Israel juga telah memberlakukan blokade terhadap semua barang yang masuk ke Gaza, termasuk bahan bakar dan listrik, sejak awal Maret.
Sementara itu, petugas medis mengatakan sedikitnya 36 orang tewas dalam serangan Israel di Gaza pada Hari Rabu.
Baca juga:
- Israel Kirim Delegasi Tingkat Rendah ke Pemakaman Paus Fransiskus
- Menlu AS Rubio Sebut Iran Telah Menunjukan Keinginan untuk Berunding
- Wapres Vance Sebut AS akan Keluar dari Perundingan Jika Ukraina dan Rusia Menolak Usulannya
- Presiden Palestina Abbas Desak Hamas Serahkan Senjata dan Tanggung Jawab Atas Gaza
Sedangkan Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan rudal Israel menghantam gedung atas Rumah Sakit Anak Durra di Kota Gaza, merusak unit perawatan intensif dan menghancurkan sistem panel surya yang memasok listrik ke fasilitas tersebut. Tidak ada yang tewas.
Terpisah, sumber medis di Gaza pada Hari Rabu mengonfirmasi, jumlah korban tewas Palestina di wilayah kantong itu telah mencapai 51.305 orang dan 117.096 lainnya luka-luka sejak konflik terbaru pecah tahun 2023, dengan mayoritas korban adalah anak-anak dan perempuan, dilansir dari WAFA.
Menurut sumber yang sama, jumlah korban tewas sejak Israel memulai kembali genosida pada 18 Maret, setelah gencatan senjata selama dua bulan, juga meningkat menjadi 1.783 orang, di samping 4.683 orang lainnya yang terluka.