Israel Gempur Terowongan Militan 'Metro' Palestina di Gaza: Ibu dan 3 Anaknya Ikut Tewas
Ilustrasi-warga Palestina di puing reruntuhan sisa serangan udara Israel. (Wikimedia Commons/RafahKid Kid)

Bagikan:

JAKARTA - Israel menembakkan artileri dan melancarkan serangan udara secara ekstensif (Meluas red), Jumat, 14 Mei ke jaringan terowongan militan Palestina di bawah Gaza yang dijuluki 'Metro.'

Seorang juru bicara militer Israel mengatakan, sementara ini pasukan darat Israel telah mengambil bagian dalam terowongan 40 menit sebelum serangan fajar. Tidak ada yang menyeberang ke Jalur Gaza di hari kelima konflik dengan Palestina. 

Pejabat kesehatan di Gaza Utara, dilansir dari Reuters petang ini mengatakan,  seorang wanita dan ketiga anaknya tewas selama operasi Israel dan tubuh mereka ditemukan disekitar puing-puing rumah mereka.

Pertempuran paling serius antara Israel dan militan Gaza sejak 2014 dimulai pada Senin, 10 Mei lalu, setelah kelompok yang berkuasa di kantong Hamas menembakkan roket ke Yerusalem dan Tel Aviv.

Tembakan ini sebagai pembalasan atas bentrokan polisi Israel dengan warga Palestina di dekat masjid Al-Aqsa di Yerusalem.

"Sedikitnya 119 orang tewas di Gaza, termasuk 31 anak-anak dan 19 wanita, dan 830 lainnya luka-luka dalam permusuhan saat ini," kata pejabat medis Palestina.

Pihak berwenang Israel mengatakan, Korban tewas di Israel mencapai delapan. Rinciannya, seorang tentara yang berpatroli di perbatasan Gaza, enam warga sipil Israel - termasuk seorang wanita tua yang jatuh dalam perjalanan ke tempat penampungan pada hari Jumat dan dua anak - dan seorang pekerja India.

Di bagian utara dan timur Gaza, suara tembakan artileri dan ledakan menggema pada Jumat pagi. Saksi mata mengatakan banyak keluarga yang tinggal di dekat perbatasan meninggalkan rumah mereka, beberapa mencari perlindungan di sekolah yang dikelola Perserikatan Bangsa-Bangsa.