Pemerintah Siapkan Anggaran Sebesar Rp20 Triliun untuk Kredit Investasi Sektor Padat Karya
JAKARTA - Pemerintah akan menyiapkan anggaran sebesar Rp20 triliun untuk kredit investasi sektor padat karya dengan subsidi bunga 5 persen.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan dalam rangka menjaga daya saing industri, Pemerintah juga menyiapkan paket revitalisasi mesin-mesin produksi.
Airlangga menambahkan kredit investasi sebesar Rp20 triliun dengan subsidi bunga 5 persen selama 8 tahun untuk sektor padat karya, seperti tekstil, sepatu, makanan dan minuman, serta furnitur.
“Kita berharap bahwa dengan sektor padat karya ini bisa ditangani dengan baik. Kita berharap lapangan kerja bisa tercipta dan kita menargetkan sesudah I-EU CEPA ini diharapkan industri ini akan kembali bergeliat,” ujarnya dalam keterangannya, dikutip Kamis, 20 Maret.
Adapun, sektor industri padat karya merupakan salah satu sektor yang memiliki penyerapan tenaga kerja yang optimal dan dinilai mampu menyokong pencegahan penambahan angka pengangguran.
Selain itu, Presiden Prabowo turut menginstruksikan deregulasi secara besar-besaran untuk meningkatkan daya saing, menciptakan lapangan kerja, dan mempercepat investasi di sektor tekstil, produk tekstil, sepatu, dan sektor padat karya lainnya.
Airlangga menjelaskan bahwa salah satu perhatian utama Pemerintah adalah sektor tekstil dan produk tekstil yang saat ini menyerap hampir 4 juta tenaga kerja dan mencatatkan ekspor lebih dari 2 miliar dolar AS.
“Arahan Pak Presiden untuk terkait dengan ketersediaan bahan baku, terkait dengan illegal import, terkait supply chain itu untuk dipermudah dan disederhanakan," ujarnya.
Oleh sebab itu, Airlangga menyampaikan bahwa arahan pertama yaitu harus melihat keseluruhan rantai pasok dan melakukan harmonisasi terhadap tarif yang telah diterapkan.
"Kedua kita merespons terhadap barang yang didumping, melalui tindakan anti-dumping. Nah ini beberapa langkah yang kita akan lakukan, dan ditambah lagi tentu barang-barang ini adalah barang-barang yang kompetitif,” tutur Airlangga.
Baca juga:
Selain itu, Presiden Prabowo juga mendorong agar program padat karya masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) agar berbagai kemudahan perizinan dan fasilitas insentif bisa segera diberikan.
Airlangga juga mengatakan bahwa Pemerintah akan terus melakukan deregulasi dan debirokratisasi, maupun mempermudah perizinan untuk pengembangan termasuk terkait dengan AMDAL serta Pemerintah akan membentuk satgas untuk melakukan percepatan.
“Yang ketiga, di tengah ketidakpastian di geopolitik, tentu pasar kita harus terus dijaga. Dan kalau kita lihat memang pasar terbesar tekstil, produk tekstil ini adalah di EU. Yang besarnya marketnya sekitar hampir ke 30 persen dari demand global. Amerika sekitar 15 persen dan the rest of the world sisanya. Sehingga menjadi penting tadi I-EU CEPA segera bisa diselesaikan,” ujarnya.