Janji Bank Himbara Setelah Mendapat Dana Rp 30 Triliun dari Pemerintah
Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam acara pemberian dana Rp30 Triliun untuk Himbara di Istana Negara (Foto: Mery Wardani/VOI)

Bagikan:

JAKARTA - Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. sekaligus ketua Himbara (Himpunan Bank-bank Milik Negara) Sunarso berjanji, pihaknya akan melipatgandakan penempatan dana Rp30 triliun dari pemerintah dalam waktu tiga bulan.

Kata dia, Himbara langsung memetakan rencana ekspansi dalam waktu tiga bulan. Ini dilakukan setelah Himbara yang terdiri dari BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BTN, diminta membatu pemulihan ekonomi dengan penempatan uang itu.

"Konsekuensinya, yang kami terima ini, harus di-leverage minimal tiga kali dalam bentuk ekspansi kredit terutama untuk menggerakkan sektor riil, terutama lebih spesifik lagi di UMKM. Sebut kalau dapat Rp10 triliun dalam tiga bulan harus ekspansi Rp30 triliun," ujar Sunarso, dalam konferensi pers secara virtual, Rabu, 24 Juni.

Menurut dia, BRI fokus dalam penyaluran kredit UMKM yang mendorong sektor pangan dan pertanian, juga dengan distribusi alat kesehatan. Dengan begitu, dana itu akan dipakai untuk penyaluran kredit UMKM di pedesaan sebesar 50 persen, perkotaan 30 persen, dan wilayah irisan atau perbatasan 20 persen.

"Segmen dan sasarannya jelas, wilayah berdasarkan perkotaan  dan pedesaan jelas. Mudah-mudahan rencana ini mampu mengungkit kembali pertumbuhan ekonomi kita," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Royke Tumilaar mengatakan, penempatan dana pemerintah akan digunakan untuk ekspansi kredit di daerah yang dinilai memiliki kesempatan untuk pertumbuhan.

"Terutama yang kami tuju adalah sektor wisata yang akan dibuka dan juga perdagangan dan sektor lain yang bisa jadi tujuan agar UMKM pulih kembali," jelasnya.

Kemudian, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Herry Sidharta menjelaskan, pihaknya berkomitmen akan memanfaatkan dana yang ditempatkan pemerintah untuk melakukan ekspansi kredit di sektor padat karya dan sektor ekonomi yang memberikan stimulan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Pahala N. Mansury mengatakan, penyaluran kredit dari penempatan dana pemerintah akan difokuskan pada sektor perumahan. Ia berkomitemen, untuk dapat melakukan ekspansi dari dana yang ditempatkan pemerintah kepada BTN sebesar tiga kali lipat.

"Dan fokus kami 40 persen kepada KPR subsidi dan saat ini berjalan paket stimulus kedua, di mana kami diberikan kepercayaan untuk menyalurkan kurang lebih sektiar 146 ribu rumah subsidi. Dan total nanti sampai akhir tahun sekitar Rp18 triliun hingga Rp20 triliun," katanya.

Terkait penempatan dana untuk memulihkan kondisi ekonomi dari pandemi COVID-19 ini, Menteri BUMN Erick Thohir menyambut baik kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah kepada Himbara untuk memberikan perhatian kepada sektor-sektor yang terdampak.

"Ini kepercayaan yang diberikan kepada pemerintah kepada kami yang khususnya saat ini di Kementerian BUMN karena kita tahu BUMN sepertiga dari pergerakan ekonomi nasional, dan tentunya kami tidak berpikir untuk diri sendiri," ujar Erick.

Erick mengatakan, pihaknya akan terus memastikan UKM yang ada di pedesaan dan perkotaan menjadi hal diperhatikan agar bisa bergerak kembali.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemerintah akan terus memantau penyaluran dana pemerintah di perbankan agar tepat sasaran yang bertujuan akhir sebagai restrukturisasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Makanya, pemerintah melarang bank penyalur menggunakan anggaran untuk memberi Surat Berharga Negara (SBN) dan transaksi valuta asing.

"Pemerintah berharap mendorong ekonomi di sektor rill kembali pulih, lewat stimulus ini sektor UMKM agar retrukturisasi dan subsidi bunganya betul-betul bisa terlaksana dari anggaran yang terserap. Bank penyalur juga harus menyampaikan terlebih dahulu penggunaan dana tersebut secara jelas dan sesuai yang diatur," ucap Sri.