Bentley Catatkan Penurunan Laba tapi Pendapatan per Mobil Meningkat Pesat, kok Bisa?

JAKARTA – Produsen mobil mewah asal Inggris, Bentley yang juga anak Volkswagen Group mengumumkan penurunan pendapatan tahunan terendah di 2024 yang mengikuti kisah penurunan saat pandemi COVID-19 melanda pada tahun 2020. 

Penurunan ini mengikuti total pengiriman kendaraan Volkswagen Group yang turun 2,3 persen menjadi 9,03 juta pada tahun 2024 karena menurunnya penjualan di China. Namun, Bentley menegaskan komitmennya untuk mengejar "nilai di atas volume," dengan pendapatan per mobil melonjak 10 persen dibandingkan tahun 2023.

Melansir Reuters, 19 Maret, Bentley melaporkan laba operasional sebesar 373 juta euro (sekitar Rp6,7 triliun) untuk tahun 2024, atau turun 37 persen dari 589 juta euro pada tahun sebelumnya. Pendapatan juga mengalami penurunan 10 persen, dari 2,938 miliar euro pada tahun 2023 menjadi 2,648 miliar euro.

CEO Bentley, Frank-Steffen Walliser, dalam konferensi pers, menyatakan bahwa perusahaan tidak akan lagi mempublikasikan jumlah mobil yang terjual. Namun, ia menekankan bahwa pendapatan per mobil Bentley telah mencapai rekor tertinggi. Hal ini disebabkan oleh pelanggan kelas atas yang terus berinvestasi dalam fitur-fitur kustom (bespoke) yang secara signifikan meningkatkan harga dan margin keuntungan bagi produsen mobil mewah ini.

"Ini adalah indikator yang sangat jelas bahwa kami mengutamakan nilai di atas volume," ujar Walliser.

Sebagai contoh, eksekutif Bentley menyoroti edisi terbatas terbaru yang dicat dengan warna rose gold. Mobil ini menampilkan hingga 210 gram emas mawar 18 karat cetak 3D di titik-titik sentuh pengemudi utama di dalam mobil.

Walliser juga menyoroti bahwa pasar mewah di China, salah satu pasar utama Bentley, masih cukup menantang.

Sementara, Chief Financial Officer Bentley, Jan-Henrik Lafrentz, menyatakan bahwa jika Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif 25 persen untuk mobil, Bentley terpakasa akan membebankan biaya tersebut kepada pelanggan.

"Kami sedang menilai berbagai skenario tentang cara menanganinya, tetapi pada akhirnya akan diteruskan ke konsumen," kata Lafrentz.

Lafrentz juga menambahkan bahwa gejolak pasar saham baru-baru ini dan kekhawatiran investor akan kemungkinan resesi AS belum berdampak pada penjualan. 

"Kami belum melihatnya di buku pesanan," ujarnya.

Diketahui pula, Bentley akan meluncurkan mobil listrik pertamanya pada tahun 2026, dengan model listrik atau hybrid baru yang akan diluncurkan setiap tahun selama dekade berikutnya hingga perusahaan beralih sepenuhnya ke listrik pada tahun 2035.