Kemenperin Ungkap Tiga Biang Kerok Industri Furnitur RI Sulit Berkembang

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkap, industri furnitur RI tengah menghadapi tantangan saat ini. Sedikitnya ada tiga tantangan yang menyelimuti industri furnitur dalam negeri.

"Industri furnitur Indonesia saat ini menghadapi tantangan terutama akibat kondisi geopolitik yang menyebabkan terhambatnya logistik pengiriman ekspor," ujar Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 20 Februari.

"Tantangan lainnya, yakni isu kebijakan kelestarian lingkungan di negara tujuan ekspor, misalnya The European Union Deforestation Regulation (EUDR). Serta meningkatnya impor furnitur, terutama furnitur logam dan plastik menjadi pesaing bagi industri furnitur berbasis kayu untuk berkembang," tambahnya.

Padahal, industri ini merupakan bagian dari sektor industri agro yang telah memainkan peranan penting dalam perekonomian nasional.

Pasalnya, sepanjang 2024, industri furnitur mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,07 persen. Capaian positif ini turut mendongkrak pertumbuhan sektor industri agro yang menyentuh angka 5,20 persen.

Sehingga, industri agro mampu memberikan andil hingga 51,81 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas.

Sementara itu, untuk nilai ekspor furnitur (HS 9401-9403) pada periode Januari-November 2024 tercatat sebesar 1,47 miliar dolar AS atau meningkat sebesar 0,7 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Oleh karena itu, Kemenperin telah menyusun lima strategi dalam upaya penguasaan pasar serta menanggapi tren industri furnitur saat ini.

Lima strategi tersebut, yakni memfasilitasi ketersediaan bahan baku, memfasilitasi ketersediaan SDM terampil, memfasilitasi peningkatan pasar dan penguatan riset referensi pasar, memfasilitasi peningkatan produktivitas, kapasitas dan kualitas produk serta memfasilitasi iklim usaha kondusif dan peningkatan investasi.

Terkait dengan strategi pertama, yaitu fasilitasi ketersediaan bahan baku, Kemenperin akan melakukan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk meningkatkan penyediaan akses. Sehingga, tercapai pola rantai pasok bahan baku furnitur ideal melalui fasilitasi pusat logistik bahan baku industri furnitur.

Lalu, dalam rangka fasilitasi peningkatan pasar dan penguatan riset referensi pasar, Kemenperin telah memfasilitasi keikutsertaan pelaku industri dalam pameran furnitur internasional. Pada 2024, Kemenperin memfasilitasi enam perusahaan furnitur kolaborator Program Pengembangan Konsep Desain Industri Furnitur pada pameran furnitur internasional Index Plus New Delhi di India.

"Sejumlah produk furnitur Indonesia disambut antusias oleh para konsumen India," ucap Putu.

Selain itu, pemerintah juga gencar menggalakkan belanja APBN melalui pemanfaatan produk ber-TKDN, sehingga memberikan peluang pelaku industri furnitur untuk meningkatkan pasar dalam negeri.

Berikutnya, Kemenperin menjalankan Program Restrukturisasi Mesin/Peralatan Industri Pengolahan Kayu yang telah berlangsung selama tiga tahun sejak 2022 untuk memfasilitasi peningkatan produktivitas, kapasitas, dan kualitas produk.

Sebanyak 33 perusahaan industri pengolahan kayu (termasuk furnitur kayu) telah terfasilitasi, dengan total nilai reimburse sebesar Rp20,6 miliar.

Kemenperin juga melaksanakan program pengembangan konsep desain furnitur, berupa workshop kolaborasi antara desainer furnitur dengan pelaku industri. "Kemudian untuk meningkatkan kualitas produk dilakukan penerapan SNI," tuturnya.

Adapun untuk menciptakan iklim berusaha kondusif bagi pelaku industri furnitur, pemerintah memberi fasilitas insentif perpajakan (tax allowance, tax holiday, super deduction tax), preferensi tarif, ketentuan lartas serta kemudahan prosedur ekspor produk jadi dan impor bahan baku atau bahan penolong.

"Selain terus meningkatkan pasar ekspor, pelaku industri furnitur juga diharapkan tidak meninggalkan pasar dalam negeri. Dengan inovasi-inovasi produksi yang lebih efisien, maka konsumen dalam negeri juga akan menikmati produk furnitur berkualitas karya anak bangsa," pungkasnya.