Usai Penyerahan Draf Akhir, Rincian Kesepakatan Gencatan Senjata Hamas-Israel Dibahas Hari Ini

JAKARTA - Rincian yang kesepakatan gencatan senjata Hamas dan Israel akan dilanjutkan hari ini, setelah mediator menyerahkan draf akhir kepada kedua kelompok pada Hari Senin.

Amerika Serikat, Mesir dan Qatar terus berupaya untuk mewujudkan gencatan senjata di Gaza sebelum berakhirnya masa jabatan Presiden Joe Biden pekan depan, di sisi lain jumlah korban terus bertambah.

Presiden Biden mengatakan, kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera yang telah diperjuangkannya berada di "ambang" untuk membuahkan hasil dan Hamas mengatakan sangat ingin mencapai kesepakatan.

"Kesepakatan itu akan membebaskan para sandera, menghentikan pertempuran, memberikan keamanan bagi Israel dan memungkinkan kami untuk secara signifikan meningkatkan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina yang sangat menderita dalam perang yang dimulai oleh Hamas ini," kata Presiden Biden, melansir Reuters 14 Januari.

Pejabat yang diberi pengarahan tentang pembicaraan tersebut, yang tidak ingin disebutkan identitasnya, mengatakan teks untuk gencatan senjata dan pembebasan sandera disampaikan oleh Qatar kepada kedua belah pihak dalam pembicaraan di Doha, yang dihadiri oleh kepala badan mata-mata Israel, Mossad dan Shin Bet, serta Perdana Menteri Qatar.

Putaran pembicaraan lainnya direncanakan di Doha pada Selasa pagi untuk menyelesaikan rincian yang tersisa, dengan utusan Presiden terpilih AS Donald Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, dan utusan Presiden Biden, Brett McGurk, diperkirakan akan hadir, seperti yang mereka lakukan pada Senin, kata pejabat tersebut.

Sementara itu, seorang pejabat Israel mengatakan negosiasi sedang dalam tahap lanjutan untuk pembebasan hingga 33 sandera sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.

Sedangkan delegasi Hamas di Doha mengeluarkan pernyataan setelah pertemuan dengan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani, yang mengatakan pembicaraan berjalan dengan baik.

Terpisah, Penasihat Keamanan Nasional Presiden Biden, Jake Sullivan mengatakan kepada wartawan, negosiasi tersebut berada pada titik "penting", dengan kesenjangan antara kedua belah pihak perlahan-lahan teratasi.

"Saya pikir ada peluang bagus kita bisa menutup ini. Para pihak berada di ambang untuk bisa menutup kesepakatan ini," katanya.

Sedangkan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan kedua belah pihak "lebih dekat dari sebelumnya" untuk mencapai kesepakatan, dan bola berada di tangan Hamas.

"Kami sangat berharap bisa mencapai garis akhir, akhirnya setelah sekian lama," katanya kepada MSNBC, menambahkan kesepakatan yang diusulkan didasarkan pada kerangka kerja yang dikeluarkan Presiden Biden pada Bulan Mei.

Menlu Blinken mengatakan, para negosiator ingin memastikan Trump akan terus mendukung kesepakatan tersebut di atas meja sehingga partisipasi Witkoff menjadi "penting."

Para pejabat di kedua belah pihak, meskipun tidak mengonfirmasi draf akhir telah dicapai, melaporkan kemajuan.

"Negosiasi atas beberapa isu inti mengalami kemajuan dan kami berupaya untuk segera menuntaskan apa yang tersisa," kata seorang pejabat Hamas kepada Reuters.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar mengatakan kepada wartawan: "Ada kemajuan, tampaknya jauh lebih baik dari sebelumnya. Saya ingin berterima kasih kepada teman-teman Amerika kami atas upaya besar yang mereka investasikan untuk mengamankan kesepakatan penyanderaan."

Diketahui, Israel melancarkan serangannya di Gaza setelah militan Palestina yang dipimpin Hamas menyerang wilayah selatannya pada Oktober 2023, menewaskan 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 orang, menurut penghitungan Israel.

Sementara itu, sumber-sumber medis Gaza mengonfirmasi, jumlah korban tewas Palestina di kawasan kantong tersebut sejak konflik terbaru pecah telah mencapai 46.584 jiwa, sementara korban luka-luka mencapai 109.731, mayoritas korban adalah anak-anak dan perempuan, dikutip dari WAFA.