Presiden Biden Serukan Gencatan Segera saat Berbicara dengan PM Netanyahu
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyerukan gencatan senjata segara di Jalur Gaza, Palestina, saat berbicara dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Hari Minggu, kata Gedung Putih.
Pembicaraan melalui saluran telepon guna menghentikan pertempuran segera dan membebaskan sandera yang masih ada di Gaza tersebut, dilakukan saat para pejabat AS berlomba untuk mencapai kesepakatan penyanderaan dan gencatan senjata Gaza sebelum Presiden Biden meninggalkan jabatannya pada tanggal 20 Januari.
Presiden Biden "menekankan perlunya segera gencatan senjata di Gaza dan pengembalian para sandera dengan lonjakan bantuan kemanusiaan yang dimungkinkan oleh penghentian pertempuran berdasarkan kesepakatan tersebut," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan, melansir Reuters 13 Januari.
Sementara itu, PM Netanyahu memberi tahu Presiden Biden tentang kemajuan dalam pembicaraan, serta tentang mandat yang telah diberikannya kepada delegasi keamanan tingkat tingginya yang sekarang berada di Doha, Qatar untuk memajukan kesepakatan penyanderaan, kata PM Netanyahu dalam sebuah pernyataan.
Kedua pemimpin juga membahas "perubahan mendasar situasi regional menyusul kesepakatan gencatan senjata di Lebanon, jatuhnya Presiden Bashar al-Assad di Suriah, dan melemahnya kekuatan Iran di kawasan tersebut," kata Gedung Putih.
Terpisah, Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan, mengatakan kepada program "State of the Union" CNN pada Hari Minggu, kedua belah pihak "sangat, sangat dekat" untuk mencapai kesepakatan, tetapi masih harus menyelesaikannya.
Ia mengatakan, Presiden Biden mendapatkan informasi terbaru setiap hari tentang pembicaraan di Doha, tempat para pejabat Israel dan Palestina mengatakan sejak Kamis pekan lalu, beberapa kemajuan telah dicapai dalam pembicaraan tidak langsung antara Israel dan kelompok militan Hamas.
"Kami masih bertekad untuk menggunakan setiap hari yang kami miliki di kantor untuk menyelesaikan ini," kata Sullivan,
"dan kami tidak akan mengesampingkan ini," tegasnya.
Baca juga:
- Presiden Zelensky Serukan Sekutu Tepati Janji Pasokan Senjata Bagi Ukraina
- Donald Trump Kritik Pejabat California, Presiden Biden Pastikan Dukungan Federal Tangani Kebakaran Los Angeles
- Pemadam Kebakaran Masih Kesulitan Kendalikan Api, Korban Tewas Kebakaran Los Angeles Bertambah
- Swiss Siap Jadi Tuan Ruah Pertemuan Presiden Putin dan Donald Trump Mengenai Ukraina
Ia mengatakan, masih ada peluang untuk mencapai kesepakatan sebelum Presiden Biden meninggalkan Gedung Putih, tetapi itu juga mungkin terjadi "Hamas, khususnya, tetap keras kepala."
Diketahui, Israel melancarkan serangannya di Gaza setelah militan Palestina yang dipimpin Hamas menyerang wilayah selatannya pada Oktober 2023, menewaskan 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 orang, menurut penghitungan Israel.
Sementara itu, sumber-sumber medis Gaza mengonfirmasi, jumlah korban tewas Palestina di kawasan kantong tersebut sejak konflik terbaru pecah telah mencapai 46.565 jiwa, sementara korban luka-luka mencapai 109.660, seperti mengutip WAFA.