Berapa Harga Bitcoin dalam 5 Tahun ke Depan? Begini Prediksi Arthur Hayes
JAKARTA - Harga Bitcoin (BTC) diprediksi akan meroket dalam beberapa tahun ke depan. Co-founder BitMEX, Arthur Hayes, buka suara soal ramalan harga BTC. Menurutnya, nilai Bitcoin bisa mencapai tujuh digit dolar AS, atau sekitar Rp16 miliar per koin, dalam waktu tiga hingga lima tahun ke depan. Prediksi ini diungkapkan Hayes dalam wawancara dengan Tom Bilyeu di acara Impact Theory.
Bos BitMEX itu menilai beberapa faktor utama menjadi pendorong potensi kenaikan harga Bitcoin, termasuk pencetakan uang secara masif oleh pemerintah di seluruh dunia dan meningkatnya jumlah pemegang Bitcoin jangka panjang.
"Pasokan Bitcoin terbatas, hanya 21 juta unit yang akan pernah ada. Namun, dengan semakin banyaknya pihak seperti BlackRock, Michael Saylor dari MicroStrategy, dan pemegang jangka panjang lainnya, permintaan terhadap Bitcoin akan terus tumbuh," ujar Hayes dikutip dari CoinSpeaker.
Hayes menyoroti bahwa adopsi institusional melalui produk seperti exchange-traded funds (ETF) dan bentuk investasi korporasi lainnya akan membuat Bitcoin semakin diminati. "Produk-produk ini menciptakan bentuk kepemilikan yang stabil, sehingga mengurangi jumlah Bitcoin yang tersedia di pasar. Hal ini berpotensi mendorong kenaikan harga Bitcoin secara eksponensial," tambahnya.
Selain itu, Hayes juga memprediksi bahwa investor ritel akan mulai mengalokasikan sebagian dana pensiun mereka ke Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap inflasi. "Negara-negara besar dan blok ekonomi utama terus mencetak uang dalam jumlah besar. Dengan pasokan Bitcoin yang terbatas dan pasokan uang fiat yang terus meningkat, lebih banyak orang akan mulai menganggap Bitcoin sebagai aset penyimpan nilai yang aman," jelas Hayes.
Saat ini, Bitcoin diperdagangkan pada harga 94.403 dolar AS (Rp1,53 miliar), naik 2% dalam 24 jam terakhir menurut data CoinMarketCap, Minggu 12 Januari. Hayes meyakini bahwa jika tren ini terus berlanjut, masyarakat akan lebih percaya diri untuk mengalokasikan 2% hingga 10% dari tabungan atau pendapatan pensiun mereka ke Bitcoin.
"Semua faktor ini, mulai dari adopsi institusional hingga pergeseran pola pikir masyarakat terhadap Bitcoin, akan mendorong harga Bitcoin mencapai Rp16 miliar dalam beberapa tahun mendatang," pungkas Hayes.
Prediksi Hayes ini sejalan dengan tren global yang menunjukkan peningkatan minat terhadap aset kripto, terutama sebagai respons terhadap kebijakan moneter global yang cenderung ekspansif. Jika skenario ini terwujud, Bitcoin tidak hanya akan menjadi alat penyimpan nilai, tetapi juga aset yang mampu mendefinisikan ulang sistem keuangan global.