Ketika Nissan Mengonversi Model Legendarisnya Jadi EV Murni
JAKARTA - Nissan merupakan salah satu dari sekian pabrikan otomotif yang sedang berupaya memperkenalkan lebih banyak kendaraan listrik. Tetapi, pabrikan dari negeri Sakura ini memiliki cara yang unik untuk menarik perhatian publik dalam memperkenalkan teknologi tersebut.
Dalam gelaran Tokyo Auto Salon 2025 yang berlangsung pada 10-12 Januari, Nissan memamerkan model legendaris Skyline GT-R R32 yang telah dikonversi dari mesin bensin ke penggerak listrik murni.
Program ini dipimpin oleh insinyur powertrain Nissan EV berpengalaman, Ryozo Hiraku, yang merupakan penggemar dan mantan pemilik dari Skyline GT-R R32. Ia juga menyadari bahwa rancangan ini akan kontroversial.
Hiraku menyatakan keputusannya untuk mengonversi mobil berjuluk “Godzilla” ini menjadi listrik murni ialah agar kendaraan tersebut dapat dikendarai selama beberapa dekade mendatang.
“Saya melihat manfaat dalam menggunakan teknologi listrik dan digital untuk meniru daya tarik R32 GT-R sehingga generasi mendatang dapat merasakannya,” kata Hikaru dalam laman resmi Nissan, Sabtu, 11 Januari.
Baca juga:
Terlihat dari luar, Nissan Skyline GT-R R32 ini terlihat tidak ada perbedaan bila dibandingkan dengan versi bensin. Mobil tersebut dilapisi dengan warna metalik Gun Grey yang ikonis. Tetapi, bagian menariknya ada pada jantung pacunya.
Nissan mencopot mesin RB26DETT 2,6 liter twin-turbo 6-silinder segaris yang legendaris dan menggantinya dengan motor listrik bertenaga 160 kW dan mampu menghasilkan torsi puncak hingga 340 Nm.
Pabrikan juga mencopot jok bagian belakang demi mengakomodir pemasangan baterai 62 kWh yang diambil dari model Leaf NISMO RC02. Baterai tersebut sanggup memberikan jarak tempuh mencapai 364 km saat terisi penuh.
Meskipun bobotnya akan lebih berat 370 kg dibandingkan sebelumnya, Skyline GT-R R32 yang dikonversi ini telah dirancang dan menyesuaikan output dan torsinya sehingga menyamai versi orisinalnya.