Sebelum Lepas Status Ibu Kota Negara, Dunia Usaha Jakarta Harus Disiapkan untuk Tampil di Global

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta siapkan dunia usaha agar bisa tampil global dengan kekuatan lokal. Hal ini sebagai salah satu upaya mendukung Jakarta menjadi kota global setelah melepas status ibu kota negara.

"Kita akan pindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN), makanya kami mencoba harus bisa menjadi daerah city global dengan menyiapkan para pengusahanya untuk tampil global dengan kekuatan lokal," kata Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Diana Dewi mengutip Antara.

Menurut Diana, Jakarta memiliki banyak sumber daya lokal yang masih kalah pamor dengan global. Oleh karena itu, Kadin DKI pun melakukan sejumlah upaya diantaranya memberikan bantuan dan pendampingan kepada para UMKM di DKI Jakarta, terutama mengenalkan teknologi-teknologi terkini.

Selain itu, Kadin DKI juga mengupayakan sejumlah sertifikasi usaha kepada para anggota khususnya sertifikasi halal yang akan diwajibkan untuk seluruh level usaha pada 2025 mendatang.

"Dengan sertifikasi usaha, maka kualitas bisnis kita lebih terpercaya," kata Diana.

Kadin DKI juga melakukan pencocokan bisnis antara pelaku usaha di dalam negeri dengan luar negeri (B to B business matching) untuk menjajaki peluang.

Diketahui, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian berharap Daerah Khusus Jakarta nantinya menjadi pusat perekonomian, seperti Kota New York di Amerika Serikat atau Kota Sydney dan Melbourne di Australia.

"Kita ingin juga agar Kota Jakarta menjadi salah satu pusat utama di bidang perekonomian, jasa, perbankan, dan lain-lain. Intinya adalah kira-kira sama seperti New York-nya Amerika atau Sydney, Melbourne-nya Australia," kata Tito.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun menyatakan kesiapannya untuk menjadikan Jakarta sebagai kota global yang kompetitif atau mampu bersaing dengan kota-kota serupa di negara lain setelah tak lagi menyandang ibu kota negara.

"Setelah tidak lagi menjadi ibu kota negara, kita siap untuk menjadi kota global yang kompetitif," kata Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Sri Haryati.