Fasilitasi Gudang Beku, KKP Berharap Kesejahteraan Nelayan Cilacap Bisa Naik

JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) disebutkan memberikan fasilitasi pengembangan korporasi nelayan di Cilacap Jawa Tengah melalui dukungan gudang beku portable, kendaraan berpendingin, dan bimbingan teknis.

Direktur Jenderal PDSPKP Budi Sulistiyo mengatakan dukungan tersebut merupakan upaya membangun ekosistem hulu-hilir perikanan sebagaimana arahan Presiden beberapa waktu lalu.

"Kami memberikan dukungan sarpras untuk penguatan korporasi nelayan Koperasi Unit Desa Mina Saroyo di Cilacap," ujarnya dalam keterangan tertulis akhir pekan ini

Menurut Budi, bantuan tersebut diantaranya fasilitasi gudang beku portable kapasitas 10 ton untuk menjaga mutu dan stabilitas harga ikan. Dikatakannya, operasional gudang beku portable tersebut turut menghasilkan pendapatan bersih rata-rata Rp20 juta/bulan serta menyerap 6 orang tenaga kerja langsung.

Budi ingin dukungan ini dapat meningkatkan efektivitas korporasi nelayan Koperasi Unit Desa (KUD) Mino Saroyo, Cilacap Jawa Tengah.

Selain dukungan tersebut, Ditjen PDSPKP juga turut memfasilitasi akses pembiayaan dan kemitraan usaha, serta pemasaran. Melalui keberhasilan ini, Budi menyebut KUD Mino Saroyo dapat menjadi percontohan penerapan korporasi nelayan.

"Tentu ini menjadi pilot project yang memungkinkan untuk dapat diterapkan di daerah lain," tutur dia.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan program korporasi nelayan menjadi salah satu prioritas nasional atau major project dalam RPJMN 2020-2024.