BMKG Sebut Gempa M 5,0 di Laut Banda Akibat Deformasi Batuan Lempeng

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa magnitudo (M) 5,0 di wilayah Pantai Selatan Pulau Gorom akibat adanya deformasi batuan pada lempeng Banda yang tersubduksi.

Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa bumi yang terjadi pada Selasa 5 September siang itu terletak pada koordinat 4,51° LS ; 131,14° BT, tepatnya berlokasi di laut pada jarak 176 km arah Tenggara Pulau Gorom, Seram Bagian Timur, Maluku pada kedalaman 59 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya deformasi batuan pada lempeng Banda yang tersubduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar (strike-slip )," ujar Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangannya, Selasa 5 September, disitat Antara.

Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempa bumi ini menimbulkan guncangan di Pulau Gorom, Wakate Seram Bagian Timur dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan truk berlalu), Pulau Panjang, Seram Bagian Timur dengan skala intensitas II - III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan truk berlalu).

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempambumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami

"Hingga pukul 11.50 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock)," kata dia.

Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, atau tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah.

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.